Kamerawan Dispenad akui gugup saat menaiki Helikopter Black Hawk bersama Kasad

id Dispenad, black hawk,helikopter black hawk

Kamerawan Dispenad akui gugup saat menaiki Helikopter Black Hawk bersama Kasad

Tangkapan layar camera person 60 detik Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) Wisnu Haryanto (duduk di sebelah pintu) saat menaiki helikopter Black Hawk). (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Pengalaman baru buat saya karena memiliki kesempatan menaiki Helikopter Black Hawk milik tentara Amerika Serikat
Jakarta (ANTARA) - Seorang warga sipil yang juga "camera person" 60 detik Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Wisnu Haryanto mengaku gugup saat pertama kali menaiki Helikopter Black Hawk bersama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI AD Andika Perkasa.

"Pengalaman baru buat saya karena memiliki kesempatan menaiki Helikopter Black Hawk milik tentara Amerika Serikat," kata dia dalam siaran YouTube TNI AD yang dipantau di Jakarta, Senin.

Sebelum menaiki Helikopter Black Hawk, Wisnu mengaku berusaha agar tidak gugup dan takut. Kendati demikian, kecemasan juru kamera 60 detik TNI AD tersebut tetap saja menyelimuti perasaannya.

"Perasaan takut tetap ada, apalagi saya tidak suka dengan ketinggian," kata dia.

Tidak sampai di situ, pengalaman pertama Wisnu terbang bersama Black Hawk membuat ia gugup saat mengambil gambar atau dokumentasi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa di dalam helikopter tersebut.

Bahkan, saking gugupnya, beberapa saat sebelum terbang ia sampai tidak mengetahui cara memasang sabuk pengaman dengan baik dan benar hingga akhirnya dibantu oleh kopilot Helikopter Black Hawk.

Setelah beberapa saat mengudara bersama Helikopter Black Hawk dan berhasil mendarat dengan selamat, Wisnu mengaku ingin kembali merasakan sensasi terbang bersama helikopter milik tentara Amerika Serikat tersebut.

"Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan ketika mendapat kesempatan terbang dengan Helikopter Black Hawk bersama Kasad. Saya bisa melawan rasa takut dan ketinggian serta tetap fokus bekerja yakni mengambil gambar," ujar dia.

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021