Pertamina pastikan ketersediaan stok BBM di Sumbagsel

id pertamina,pertamina patra niaga,spbu,bbm subsidi,solar ,solar subsidi,stok bbm,bbm

Pertamina pastikan ketersediaan stok BBM di Sumbagsel

Operator SPBU melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan konsumen di SPBU COCO Plaju, Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Palembang (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga regional Sumatera Bagian Selatan memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak di Sumatera Bagian Selatan untuk mendukung geliat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Umar Ibnu Hasan di Palembang, Selasa, mengatakan, saat ini aktivitas masyarakat terus meningkat dan kembali normal seiring dengan melandainya kasus COVID-19.

Kondisi ini tercermin dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan pertumbuhan perekonomian pada semester 1 tahun 2021 sekitar 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, pada kuartal III 2021, diproyeksikan pertumbuhan ekonomi dalam rentang 4 persen-5 persen (year-on-year).

Menurut Umar, adanya penurunan level pada program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah di Sumbagsel berdampak pada peningkatan konsumsi BBM retail dan industri.

Pada kuartal III 2021, konsumsi gasoline di Sumbagsel mencapai 721.399 Kilo liter (KL) atau meningkat hingga 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk BBM gasoil, terjadi peningkatan sekitar 19,7 persen atau 78.948 KL.

Terkait ini, Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok dan penyaluran solar subsidi.

Pertamina Patra Niaga memonitoring penyaluran agar tepat sasaran antara lain dengan penerapan sistem digitalisasi dan pemantauan secara real time melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC).

"Dalam proses penyalurannya pun, Pertamina Patra Niaga juga mematuhi regulasi dan ketetapan pemerintah yang berlaku,” kata Umar.

Konsumsi harian solar subsidi di Sumbagsel sejak September 2021 mengalami peningkatan sebesar 5,8 persen atau 288 KL/Day dibandingkan rata-rata harian di periode Januari sampai Agustus 2021.

Pertamina Patra Niaga juga menjaga stok dan penyaluran BBM non subsidi seperti Dexseries, Pertaseries, dan Pertalite dalam kondisi terpenuhi.

Upaya tersebut melalui penghitungan proyeksi kebutuhan solar subsidi dan memastikan suplai yang dilakukan dapat memenuhi peningkatan permintaan.

Selain berkoordinasi dengan pihak terkait, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk menyalurkan solar subsidi dengan tepat sasaran sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 191/2014.

Jika lembaga penyalur atau SPBU terindikasi dan terbukti terjadi penyelewengan seperti melakukan penyaluran yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku, Pertamina Patra Niaga akan memberikan sanksi tegas.

Hingga saat ini, tahun 2021 terdapat 7 SPBU di Sumbagsel telah diberikan sanksi berupa penghentian suplai, penutupan sementara, maupun sanksi seperti penggantian selisih harga jual solar subsidi.

Penyelewengan yang dilakukan seperti terbukti melakukan traksaksi yang tidak wajar, pengisian jeriken tanpa surat rekomendasi, dan pengisian ke kendaraan modifikasi.

Pertamina Patra Niaga juga menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan ke aparat terkait jika diketemukan adanya indikasi penyalahgunaan BBM subsidi.

Pertamina Patra Niaga akan terus berkoordinasi secara intens dengan aparat untuk melakukan penindakan secara tegas jika ditemukan penyimpangan penyaluran Solar yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku, kata Umar.

Terkait dengan informasi dan layanan produk serta promo yang sednag berlangsung, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021