Pelatih Arsenal Mikel Arteta keluhkan pelanggaran keras McArthur terhadap Bukayo Saka

id Mikel Arteta,Arsenal,Bukayo Saka,James McArthur,Crystal Palace,Liga Inggris,Pierre-Emerick Aubameyang,Christian Benteke

Pelatih Arsenal Mikel Arteta keluhkan pelanggaran keras McArthur terhadap Bukayo Saka

Manajer Arsenal Mikel Arteta (kiri) memberi arahan kepada para pemainnya saat menghadapi Villarreal dalam leg kedua semifinal Liga Europa di Stadion Emirates, London, Inggris, Kamis (6/5/2021) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/Hannah McKay)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengeluhkan pelanggaran keras yang dilakukan gelandang Crystal Palace James McArthur kepada Bukayo Saka pada pekan ke-8 Liga Inggris, Senin malam waktu setempat.

"Bukayo tidak bisa melanjutkan (pertandingan), kami harus menariknya keluar di jeda pertandingan, saya melihat tindakan itu dan saya tidak percaya bagaimana pemain itu (James McArthur) melanjutkan laga," keluh Arteta dikutip dari Sky Sports, Selasa.

Pada pertandingan ini, James McArthur melakukan pelanggaran berupa melakukan tendangan ke betis dari Bukayo Saka pada akhir babak pertama.

Akibat hal itu, James McArthur mendapatkan kartu kuning dari wasit Mike Dean, sedangkan Bukayo Saka harus ditarik keluar karena tidak dapat melanjutkan pertandingan.

Arteta menilai James McArthur layak diberi kartu merah oleh wasit dan selanjutnya Crystal Palace harus bermain dengan 10 orang di sisa pertandingan.

"Kamu (harus) membuat keputusan langsung, ketika itu sudah jelas dan langsung terlihat dan mereka harus bermain dengan 10 pemain. Saya tidak mengerti. Dengan apa kami dijelaskan di awal musim dan apa yang terjadi malam ini, ini tidak masuk," terang Arteta.

Selain itu, pelatih asal Spanyol itu turut mempertanyakan keputusan wasit tidak melakukan pengamatan terlebih dahulu melalui VAR usai pelanggaran ini terjadi.

Menurutnya, pelanggaran ini berpengaruh kepada kedua tim, termasuk kepada Arsenal yang harus kehilangan pemain karena cedera yang didapatkan Bukayo Saka dan ini adalah hal yang tidak benar.

"Jika kita ingin mendeteksi hal-hal yang benar-benar relevan dalam sebuah permainan dan dapat mengubah pertandingan sepak bola, maka itu harus dilihat," kata Arteta.

“Situasi itu tidak hanya mempengaruhi mereka, tetapi kami harus mengeluarkan pemain karena tindakannya sehingga mempengaruhinya dengan dua cara yang berbeda. Itu tidak benar," sambungnya.

Pada pertandingan ini, Arsenal harus puas bermain imbang 2-2 melawan Crystal Palace meski berhasil unggul cepat di babak pertama berkat gol dari Piere-Emerick Aubameyang.

Selanjutnya di babak kedua, Crystal Palace berhasil membalik keadaan dengan dua gol dari Christian Benteke dan Odsonne Edouard, sebelum akhirnya disamakan Alexandre Lacazette di menit tambahan pertandingan.

Berkat raihan satu poin ini, Arsenal masih berada di peringkat 12 klasemen sementara Liga Inggris dengan raihan 11 poin dari delapan laga yang sudah dijalani.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021