10 parpol di OKU desak Gubernur Sumsel tunjuk Bupati definitif

id 10 parpol, partai politik OKU, desak Gubernur Sumsel, Bupati definitif

10 parpol di OKU desak Gubernur Sumsel tunjuk Bupati definitif

Pengurus dan ketua 10 parpol pengusung Paslon Bekerja Jilid II menandatangani pernyataan sikap, Kamis (16/9/21). (ANTARA/Edo Purmana/21)

Baturaja (ANTARA) - Sebanyak 10 partai politik (parpol) pengusung dan pendukung pasangan Kuryana Azis dan Johan Anuar (Bekerja) Jilid II menandatangani pernyataan sikap untuk mendesak Gubernur Sumsel Herman Deru agar segera menunjuk Bupati OKU definitif.

"Kami ingin pemerintahan di OKU yang efektif dan definitif. Artinya tidak perlu ada Penjabat (Pj) lagi. Apalagi kalau cuma Pelaksana Harian (Plh)," tegas Ketua DPD PDIP Ogan Komering Ulu (OKU), Fahlevi Maizano di Baturaja, Kamis.

Menurut dia, siapapun orang yang ditunjuk oleh Gubernur Sumsel untuk memimpin OKU ke depan akan mendapatkan dukungan, walau statusnya definitif.

"Yang terpenting OKU harus segera dipimpin oleh Bupati definitif," tegasnya.

Hal senada dikatakan Ketua DPD PKB OKU Robi Vitergo menegaskan, setelah OKU dipimpin Pelaksana Harian (Plh) banyak sekali program pembangunan di wilayah itu yang terhambat karena harus melalui izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI.

Padahal kata Robi, paslon Bekerja Jilid II banyak sekali memiliki janji politik kepada masyarakat yang belum terpenuhi setelah meninggalnya Bupati OKU Kuryana Azis beberapa waktu lalu.

"Oleh karena itu, sebagai parpol pengusung kami merasa bertanggung jawab untuk ikut serta mendorong agar OKU segera dipimpin bupati definitif lagi," tegasnya.

Pernyataan serupa juga diutarakan oleh Ketua DPC PKS OKU, Azwar Arifin berharap setelah dipimpin bupati definitif roda pemerintahan di OKU dapat berjalan dengan lancar seperti dulu lagi.

Pernyataan sikap tersebut juga ditandatangani partai pengusung lainnya meliputi DPD Partai Nasdem OKU, Partai Bulan Bintang, Gerindra, Golkar, PPP, PKP dan pengurus Partai Demokrat.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021