Bukit Asam targetkan PLTU Sumsel-8 beroperasional kuartal I 2022

id PLTU,PLTU Sumsel-8,sumsel,ptba,bukit asam,bumn,batubara

Bukit Asam targetkan PLTU Sumsel-8 beroperasional kuartal I 2022

Gubernur Sumsel Herman Deru memantau pembangunan PLTU Sumsel 8 di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan pada Maret 2021. (ANTARA/HO/21) (ANTARA/HO-Pemprov Sumsel/21)

Palembang (ANTARA) - Perusahaan tambang batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan PLTU mulut tambang Sumsel-8 di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dapat beroperasi secara komersial pada kuartal I/2022.

Direktur Utama PTBA Suryo Eko Hadianto dalam konferensi secara virtual, Kamis, mengatakan, target tersebut sangat realistis mengingat per Agustus telah mencapai progres hingga 90 persen.

“Pembangkit listrik ini diharapkan bisa beroperasi penuh secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada kuartal I/2022,” kata Suryo.

PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 berkapasitas 2x620 MW tersebut merupakan proyek strategis PTBA dengan nilai mencapai 1,68 miliar USD.

PLTU ini merupakan bagian dari proyek 35.000 MW dan dibangun oleh PTBA melalui PT Huadian Bukit Asam Power sebagai Independent Power Producer (IPP).

PT HBAP sendiri merupakan konsorsium antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd. Progres pembangunan proyek PLTU yang nantinya membutuhkan 5,4 juta ton batu bara per tahun ini telah mencapai penyelesaian proyek hampir 90 persen atau tepatnya 88,15 persen sampai dengan Juli 2021.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan capaian ini sangat menggembirakan karena tak berapa lama lagi Sumsel akan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki PLTU mulut tambang.

"Hadirnya PLTU Sumsel 8 ini benar-benar membuktikan eksistensi Sumsel sebagai daerah lumbung energi di Indonesia," katanya saat meninjau pembangunan PLTU tersebut.

Nantinya, PLTU ini akan menyuplai energi listrik ke luar Sumatera melalui jaringan bawah laut.

"Ini akan membawa dampak besar bagi pendapatan negara. Untuk daerah juga demikian berdampak langsung dengan terciptanya lapangan kerja baru. Di masa pandemi ini saja, ada sekitar 3.000 tenaga kerja lokal terserap," kata dia.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021