3.200 nakes RSUP M Hoesin lakukan vaksinasi Moderna

id Vaksin Moderna pertama Sumatera Selatan, dinas kesehatan Sumatera Selatan, rumah sakit umum pusat Muhammad Hoesin, tenaga kesehatan

3.200 nakes RSUP M Hoesin lakukan vaksinasi Moderna

Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RSMH DR Amrizal Apt MKes MARS melakukan penyuntikan vaksinasi Moderna pertama, Rabu (4/7/2021) (ANTARA/M Riezko Bima Elko P/21)

Nakes ini pelayan kesehatan publik garda terdepan. Jadi imun mereka harus diperkuat agar pelayanannya maksimal
Sumatera Selatan (ANTARA) -
Sebanyak 3.200 orang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Muhammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan mendapatkan penyuntikan vaksin tahap ketiga (booster) menggunakan vaksin Moderna. 
 
Direktur Utama RSUP dr Muhammad Hoesin Bambang Eko Sunaryanto di Palembang, mengatakan, ribuan tenaga kesehatan tersebut akan melaksanakan vaksinasi tahap ketiga ini secara bertahap mulai Tanggal 4 hingga 10 Agustus 2021. 
 
"Setelah vaksin diterima dari Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, maka skema vaksinasi dilakukan secara bertahap yang dimulai hari ini sampai 10 Agustus nanti," kata dia. 
 
Menurutnya, tenaga kesehatan (Nakes) yang kerjanya berhubungan langsung dengan banyak orang sangat rentan terpapar COVID-19 dengan begitu setelah menyelesaikan skema vaksinasi tahap ketiga ini diharapkan imunitas mereka akan lebih kuat. 
"Nakes ini pelayan kesehatan publik garda terdepan. Jadi imun mereka harus diperkuat agar pelayanannya maksimal," ujarnya. 
 
Dia menjelaskan, ancaman terpapar COVID-19 sangat nyata bagi tenaga kesehatan bahkan tidak sedikit gugur, buktinya dari 150 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam perawatan, empat di antaranya meninggal dunia.
 
"Rincian nakes yang meninggal yakni pada 2020 dari bagian rawat inap dan radiologi, sedangkan pada 2021 dua orang juga yang berasal dari bagian penyakit dalam dan kepala unit rawat jalan," jelasnya.
 
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Selatan Rizal Sanif, mengatakan dengan adanya vaksinasi booster ini akan semakin meningkatkan kepercayaan diri para tenaga kesehatan selama bekerja. 
 
Sebab apabila pelayan kesehatan publik tidak diperkuat dengan kekebalan tubuh akan sangat rentan terpapar COVID-19 sehingga otomatis berpengaruh pada pelayanan kesehatan. 
 
"Jika nakes terpapar COVID-19 hal itu dapat berpengaruh pada pelayanan di suatu fasilitas pelayanan kesehatan," cetusnya. 
 
Di sisi lain melindungi tenaga kesehatan di sebuah fasilitas kesehatan sangat penting, sebab proses menjadi tenaga kesehatan yang bisa langsung memberikan tindakan terhadap pasien sama sekali tidak mudah.
 
"Seseorang harus melewati tahap assesment terlebih dahulu dan tidak serta merta bisa memberikan pelayanan, jadi penting sekali menjaga mereka supaya pelayanan tetap optimal,"

Baca juga: PPNI sesalkan kabar "influencer" terima vaksin ketiga COVIDtandasnya.
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021