Bank Indonesia bagikan tips kelola keuangan bagi milenial

id tips keuangan ,tips finansial,financial planning,mengelola keuangan,bi,bank indonesia ,junanto herdiawan,melvin mumpuni

Bank Indonesia bagikan tips kelola keuangan bagi milenial

Ilustrasi uang gaji (ANTARA/HO/21)

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia memberikan kiat mengelola keuangan bagi milenial di masa pandemi ini, agar keuangan terjaga dan tidak mudah terbuai investasi ilegal.

"Edukasi dan sosialisasi keuangan penting bagi milenial karena mereka merupakan 'critical economic player' (pemain penting dalam ekonomi)," kata Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Junanto Herdiawan, saat webinar tentang literasi finansial, Rabu.

Menurut Junanto, ada empat hal yang perlu diperhatikan generasi muda saat mengelola keuangan.

Pertama, dia harus memahami kondisi keuangan saat ini sebelum mulai mengatur keuangan.

Kedua, pahami perbedaan kebutuhan dengan keuangan. Untuk membedakan hal ini, Junanto memberi contoh, makan merupakan kebutuhan, sementara makan burger adalah keinginan.

Berlaku juga dalam pengelolaan keuangan, pahami apa saja yang menjadi kebutuhan dan mana yang keinginan, kemudian tentukan uang tersebut akan digunakan untuk apa.

Ketiga, pahami ketentuan yang berlaku, informasi ini bisa didapatkan di situs atau media sosial resmi Bank Indonesia. Memahami aturan yang berlaku ini bertujuan agar tidak mudah terperdaya informasi keuangan atau investasi yang ilegal.

Terakhir, jika ingin berinvestasi, pastikan menggunakan instrumen yang tepat.

Dalam kesempatan yang sama perencana keuangan sekaligus pendiri Finansialku, Melvin Mumpuni, mengingatkan untuk mengecek legalitas lembaga sebelum berinvestasi.

Pastikan lembaga tersebut terdaftar di Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan atau Otoritas Jasa Keuangan.

"Investasi yang tidak diregulasi pemerintah, itu yang berbahaya," kata Melvin.

Dia menyarankan untuk segera mengalokasikan dana investasi setelah menerima gaji, bagi yang memiliki gaji bulanan, bukan menunggu sisa uang di akhir bulan.

Dengan cara ini, dana yang direncanakan untuk berinvestasi tidak habis lebih dulu.

Berinvestasi pun tidak harus dalam nominal yang besar, namun, disesuaikan dengan kesanggupan. Perlahan, jika sudah semakin paham atau penghasilan bertambah, alokasi dana untuk investasi juga bisa ditambah.

 
Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2021