Permintaan kulit ketupat di Palembang masih tinggi

id Ketupat lebaran, permintaan kulit ketupat masih tinggi, warga palembang buru kulit ketupat sambut idul adha, idul adha 2021 masih pandemi, pandemi cov

Permintaan kulit ketupat di Palembang masih tinggi

Pedagang bungkus ketupat (ANTARA/Yudi Abdullah/21)

Palembang (ANTARA) - Permintaan warga Kota Palembang, Sumatera Selatan terhadap kulit atau bungkus ketupat menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah yang diperkirakan jatuh pada 20 Juli 2021 masih tetap tinggi.

Hidayat salah seorang pedagang yang biasa menjual bungkus ketupat di Pasar Sekip Ujung Palembang, Senin, mengatakan, sejak beberapa hari terakhir permintaan bungkus ketupat seperti tahun-tahun sebelumnya meskipun dalam kondisi PPKM mikro diperketat untuk menekan lonjakan kasus positif COVID-19.

Warga yang merayakan hari besar agama Islam itu tetap memburu bungkus ketupat yang terbuat dari daun nipah,  kelapa, dan pandan.

Bungkus ketupat ditawarkan kepada pembeli dengan harga bervariasi tergantung ukuran besarnya dan bahannya dari daun nifah, kelapa atau daun pandan.

Bungkus atau kulit ketupat yang  dibuat dari daun pandan dijual dengan harga sedikit lebih mahal dari yang bahan daun nifah dan kelapa.

Bungkus ketupat yang terbuat dari daun nifah  dijual Rp10.000 per ikat isi 10 buah, sedangkan dari daun kelapa 12.500 per ikat, dan dari daun pandan dijual Rp20..000 per ikat isi 10 buah tergantung ukuran besar dan kecilnya, kata pedagang itu.

Sementara salah seorang pembeli syifa  mengatakan ketupat merupakan ciri khas warga kota ini untuk menyemarakkan hari besar keagamaan itu.

Meskipun dalam kondisi pandemi COVID-19 dan adanya PPKM mikro yang memperketat mobilitas, persiapan lebaran tetap maksimal dan ketupat makanan yang wajib ada di rumah sebagai menu spesial dan  pembeda dari hari biasanya, kata warga.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021