Uni Eropa lirik peluang kerja sama investasi dan perdagangan di Sumatera Selatan

id Uni Eropa, Peluang Kerja Sama, Sumatera Selatan

Uni Eropa lirik peluang kerja sama investasi dan perdagangan di Sumatera Selatan

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket, berbicara dalam acara virtual EU - Indonesia CEPA Roadshow - South Sumatera, Jakarta, Selasa (15/6/2021). (ANTARA/Katriana)

Pertemuan hari ini sangat tepat karena beberapa minggu ke depan, pada Juli, Indonesia dan Uni Eropa akan mengadakan putaran negosiasi berikutnya untuk CEPA
Jakarta (ANTARA) - Delegasi Uni Eropa menggelar kunjungan virtual ke Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menggali potensi investasi dan perdagangan dengan provinsi tersebut, dalam rangkaian acara yang diupayakan untuk menyukseskan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (I-EU CEPA).

"Pertemuan hari ini sangat tepat karena beberapa minggu ke depan, pada Juli, Indonesia dan Uni Eropa akan mengadakan putaran negosiasi berikutnya untuk CEPA. Oleh karena itu, masukan dari pertemuan hari ini diharapkan dapat berpengaruh terhadap negosiasi tersebut," kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket, dalam acara virtual EU - Indonesia CEPA Roadshow - South Sumatera, Jakarta, Selasa.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan hubungan kerja sama dengan Indonesia dalam kerangka I-EU CEPA, Delegasi Uni Eropa melihat Sumatera Selatan memiliki potensi cukup besar, terutama di sektor pertanian dan sumber daya alam lainnya.

Potensi tersebut perlu digali lebih lanjut sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut dan perekonomian Indonesia secara nasional dan juga Uni Eropa.

Terkait Uni Eropa sendiri, mereka sejauh ini tercatat sebagai tujuan pasar ekspor terbesar keempat sekaligus sumber impor terbesar ketiga bagi Indonesia.

Namun demikian, perdagangan Uni Eropa dengan negara lain di Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia dan Vietnam ternyata jauh lebih besar dibandingkan dengan Indonesia.

Berdasarkan latar belakang itulah Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa dibentuk pada 2016, guna meningkatkan transaksi perdagangan dan investasi satu sama lain.

Sementara itu, studi yang dilakukan Uni Eropa juga menunjukkan bahwa melalui perjanjian kemitraan tersebut, Indonesia diperkirakan akan dapat meningkatkan transaksi perdagangan dan PDB tahunan sebesar Rp5 miliar Euro sampai dengan 2032.

Sedangkan keuntungan yang diperoleh Uni Eropa dari kemitraan tersebut adalah peningkatan transaksi perdagangan dari Indonesia hingga sebesar 18 persen.

"Ini merupakan jumlah yang luar biasa besar," katanya.

Untuk mencapai itu, usaha keras masih harus dilakukan oleh kedua belah pihak. Oleh karena itu, kunjungan virtual Uni Eropa ke Sumatera Selatan merupakan salah satu dari rangkaian upaya untuk mewujudkan hal tersebut.

Selain menggelar kunjungan virtual ke Palembang, sebelumnya Delegasi Uni Eropa juga mengadakan acara yang sama di Bandung, Maluku, Semarang, Surabaya, Makassar dan Manado, selain menggelar roadshow secara fisik ke Medan.

Kunjungan virtual dengan Pemerintah Provinsi Sumsel melibatkan para pejabat pemerintah provinsi tersebut, perwakilan Kementerian Perdagangan di Jakarta, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta perwakilan Kamar Dagang Uni Eropa dan para pengusaha di Sumsel guna mengumpulkan berbagai gagasan baru yang diharapkan dapat meningkatkan hubungan kerja sama.

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar