Paulina dapat tantangan fisik berat di The Apprentice

id The Apprentice, ONE Championship Edition, Paulina Purnomowati

Paulina dapat tantangan fisik berat di The Apprentice

Wakil Indonesia di "The Apprentice: ONE Championship Edition", Paulina Purnomowatii (kanan). HO/The Apprentice

Jakarta (ANTARA) - Wakil Indonesia dalam reality show "The Apprentice: ONE Championship Edition" Paulina Purnomowati hingga saat ini masih bertahan, dan kali ini ia dan tim mendapatkan tantangan fisik super berat, yakni simulasi menyelamatkan diri secara darurat di dalam air.

Dalam simulasi kecelakaan helikopter yang digelar di MSTS Singapura, peserta didampingi oleh Legenda MMA dan Vice President ONE Championship Rich Franklin serta Task Captain Dom Lau. Seperti dalam pernyataan resmi ONE Championship, Selasa, ada delapan peserta yang bersaing keras pada tantangan ini.

Peserta terbagi dalam dua kelompok, yakni Tim Valor di mana wakil Indonesia tergabung, dan juga Tim Conquest. Dalam tantangan tersebut, tim harus bekerja sama dan membuktikan ketahanan mereka di bawah tekanan ekstrim dengan selamat dari simulasi kecelakaan helikopter itu.

Tim Valor memamerkan kerja tim yang hebat untuk menyelesaikan tantangan tanpa banyak kesulitan, namun berbanding terbalik dengan Tim Conquest yang diwakili Nazee tidak bisa mengamankan masker oksigennya dengan benar sebelum dia tenggelam dan membuatnya panik, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Dengan adanya waktu ekstra untuk penghitungan keseluruhan untuk Tim Conquest, maka Tim Valor ditetapkan sebagai pemenang tantangan dengan waktu gabungan tercepat," demikian pernyataan penyelenggara tantangan fisik, Selasa.

Setelah fisik, seluruh peserta kemudian dihadapkan dengan tantangan bisnis, yakni tantangan penjualan produk daur ulang untuk mempromosikan masa depan yang berkelanjutan. Produk berkisar dari skateboard tua yang diubah menjadi bangku hingga barang-barang kayu yang terbuat dari limbah industri dan pohon tumbang.

Dalam tantangan bisnis tersebut, wakil Indonesia Paulina Purnomowati ditunjuk sebagai manajer proyek Tim Valor, sedangkan Jessica menjadi manajer proyek tim Conquest. Tim membuat penawaran sebagai grup untuk perusahaan secara B2B (business-to-business) dan secara individu kepada pelanggan B2C (business-to-consumers).

Tim Valor menghasilkan total penjualan keseluruhan 15.769 dolar Singapura. Dengan hanya sekitar 12 persen dari penjualan mereka yang berasal dari B2C, tim kehilangan peluang besar untuk meningkatkan jumlahnya, dan Niraj gagal total dalam penjualan individu.

Tim Conquest mengambil pendekatan yang berbeda dan menyelesaikan tugas dengan total penjualan keseluruhan 26.416 dolar Singapura. Jessica menyumbangkan 11.230 dolar Singapura dalam penjualan individu, yang oleh Chatri disebut sebagai "jumlah yang tidak masuk akal". Pada akhirnya, Tim Conquest membawa pulang kemenangan dengan angka penjualan yang lebih unggul.

Pada setiap akhir tantangan, satu peserta dipastikan tersingkir setelah berhadapan langsung dengan Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong. Kali ini, peserta yang tersingkir dalam reality show yang berhadiah 250.000 dolar ini adalah Niraj.

"Ini adalah kompetisi di mana hanya yang kuat yang bertahan. This is not your grandfather’s Apprentice (ini bukan Apprentice kakekmu),” kata Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong sebelumnya. 

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar