Ditlantas Polda Sumsel bangun 65 pos diperbatasan wilayah

id pos sekat, bangun pos untuk halau pemudik lebaran, polantas didukung personel tni dan instansi terkait diturunkan di pos sekat, petugas diturunkan di

Ditlantas Polda Sumsel bangun 65 pos diperbatasan wilayah

Personel gabungan TNI/Polri dan isntansi terkait di Sumsel disiagakan untuk menegakkan aturan larangan mudik Lebaran Idul Fitri 1442 H/2021 M. (ANTARA/Yudi Abdullah/21)

Palembang (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan membangun 65 unit pos pengamanan, pelayanan, dan penyekatan di perbatasan wilayah dalam provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu.

"Untuk memberikan pengamanan dan menegakkan aturan larangan mudik Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah pada 6-17 Mei 2021, polantas didukung anggota TNI dan Satpol PP siaga 24 jam di pos pengamanan, pelayanan dan juga pos sekat," kata Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol.CF Hotman Sirait  seusai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Musi 2021 di Palembang, Rabu.

Dia menjelaskan, sekitar 4.000 orang personel gabungan TNI/Polri dan intansi terkait dikerahkan untuk melakukan penghalauan terhadap masyarakat yang nekat melakukan perjalanan mudik  mulai di perbatasan antar-kota/kabupaten dan perbatasan dengan provinsi tetangga seperti Lampung, Jambi, dan Bengkulu. 

Tindakan itu sesuai dengan instruksi pemerintah pusat mengenai larangan mudik lebaran sebagai antisipasi penyebaran COVID-19 yang akhir-akhir ini kasusnya mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

"Kami mengimbau masyarakat menahan diri untuk mudik tahun ini. Tindakan pemerintah melarang mudik dalam kondisi masih pandemi COVID-19 demi kebaikan bersama, jangan sampai yang mudik membawa penyakit dan virus ke kampung halaman," ujarnya.

Jika petugas pos menjaring masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi dan angkutan umum selama masa perberlakuan larangan mudik 6-17 Mei 2021, diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan.

Sanksi yang diberikan kepada pelanggar larangan mudik bisa penilangan hingga pengandangan kendaraan selama berlangsung larangan mudik, kata dirlantas.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar