Kasus COVID-19 di Riau meningkat dua kali lipat

id covid riau,pengendalian covid,penanggulangan covid

Kasus COVID-19 di Riau meningkat dua kali lipat

Petugas medis melakukan prosedur pemeriksaan antigen untuk mendeteksi penularan COVID-19 pada penumpang kapal dari Pulau Batam yang tiba di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai, Riau, Jumat (23/4/2021). (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/wsj)

Pekanbaru (ANTARA) - Provinsi Riau mencatat penambahan kasus COVID-19 tertinggi sejak pandemi selama April 2021, ketika kasus infeksi virus corona tipe baru di wilayah itu meningkat hampir dua kali lipat.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau di Pekanbaru, Selasa, menunjukkan bahwa selama April 2021 kasus COVID-19 bertambah 7.556, hampir dua kali lipat dari 3.355 kasus yang tercatat pada bulan sebelumnya.

Penambahan kasus COVID-19 pada April 2021 melampaui penambahan angka kasus tertinggi di Riau pada Oktober 2020 yang tercatat sebanyak 7.176 kasus.

Riau selama periode Oktober 2020 hingga April 2021 pernah mengalami penambahan jumlah kasus terendah pada Februari 2021 dengan 2.423 kasus.

Setelah itu, jumlah kasus terus naik dengan rata-rata penambahan di atas 200 kasus per hari. Penambahan kasus harian paling tinggi terjadi pada Senin (26/4), yakni sebanyak 614 kasus baru.

Hingga 27 April 2021, jumlah akumulatif warga yang terserang COVID-19 di Riau sebanyak 42.135 orang dengan jumlah penderita yang sudah sembuh 37.062 orang dan jumlah penderita yang meninggal dunia sebanyak 1.038 orang.

"Kita semakin khawatir dengan semakin tingginya kasus positif COVID-19. Hari Senin bertambah 614, dan ini yang tertinggi sepanjang pandemi COVID-19 di Riau," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir.

"Sekarang masih banyak masyarakat belum disiplin terhadap protokol kesehatan, sudah saatnya masyarakat Riau siaga terhadap penyebaran kasus positif," ia menambahkan.

Menurut dia, dalam satu pekan terakhir penambahan kasus COVID-19 melampaui 400 kasus.

Ia mengatakan bahwa pelacakan riwayat kontak dilakukan pada warga yang positif terinfeksi virus corona, baik yang berasal dari klaster keluarga maupun klaster pelaku perjalanan.

"Kasus semakin meningkat dari hasil tracing (pelacakan) kontak yang dilakukan ada sekitar 15 orang. Kalau sekian persen dari 400 ada terdeteksi tentu kasusnya banyak," katanya.

"Tapi nanti akan terjadi terjadi penurunan setelah hasil tracing selesai. Jadi (dari) kasus sebelumnya terdeteksi sekarang. Ini bisa saja yang 400 dari awal lalu terjadi," ia melanjutkan.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar