Partisipasi vaksinasi lansia di Palembang rendah

id Vaksin sumsel, vaksin lansia, vaksin COVID-19 sumsel, vaksin lansia palembang,Vaksin palembang, jatah vaksin palembang

Partisipasi vaksinasi lansia di Palembang rendah

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin kepada warga lansia (lanjut usia) saat vaksinasi COVID-19 massal dosis pertama di Mal Palembang Icon, Sumatera Selatan, Selasa (16/3/2021). (ANTARA/Nova Wahyudi/21)

Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Palembang, Sumatera Selatan, mencatat partisipasi lansia di Kota Palembang dalam mengikuti vaksinasi COVID-19 masih rendah sehingga serapan vaksin juga kurang optimal dan membuat distribusi dihentikan sementara.

Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Palembang Mirza Susanti di Palembang, Selasa, mengatakan tingkat kesadaran lansia masih minim karena tersebar anggapan vaksin tidak bisa disuntikkan kepada lansia yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

"Jadi mereka takut, padahal ada atau tidaknya komorbid tetap bisa divaksin," ujarnya.

Data vaksinasi COVID-19 Dinkes Palembang mencatat total lansia yang telah divaksin dosis pertama sejak 12 Maret hingga 12 April 2021 mencapai 27.033 orang atau baru 15 persen.

Sedangkan lansia penerima vaksin kedua baru 12.027 orang atau baru 5,8 persen dari total target 181.030 orang lansia.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang keluarganya masuk sasaran vaksinasi lansia agar didorong untuk melakukan penyuntikan di 73 faskes yang tersedia.

Sebab tingkat vaksinasi di Palembang cukup berpengaruh dalam menekan COVID-19 di Sumsel.

Selain itu agar vaksin dari pemerintah pusat segera terserap habis dan segera mendapatkan distribusi vaksin yang baru, sehingga capaian herd imunity dapat sesuai target.

Pemkot Palembang sendiri terpaksa tidak mendapatkan kuota vaksin tahap kedua termin ketiga dari pemerintah pusat karena rendahnya serapan vaksin, Mirza menyebut seluruh vaksin yang tersisa saat ini diperkirakan baru habis pada Mei 2021.

"Kami menargetkan seluruh sisa dosis I selesai awal Mei dan seluruh dosis II selesai akhir Mei," kata dia

Jika pada pemerintah mendistribusikan vaksin pada Mei, maka kemungkinan pihaknya tidak mendapat jatah vaksin selama sisa vakisn itu belum habis.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar