BMKG prediksi musim kemarau di Sumsel mundur

id Musim kemarau sumsel,bmkg,staklim palembang,prediksi cuaca,Musim hujan sumsel, musim pancaroba sumsel,Kemarau mundur, cu

BMKG prediksi musim kemarau  di Sumsel mundur

Arsip - Lahan perkebunan di Sumsel yang mengalami kebakaran pada musim kemarau. (ANTARA/Yudi Abdullah/2020)

Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi awal musim kemarau di Provinsi  Sumatera Selatan mundur dari waktu normal tahunnya akibat potensi curah hujan masih tinggi.

Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten Palembang Nandang Pangaribowo  di Palembang Senin, mengatakan musim kemarau 2021 akan dimulai pada Mei dasarian III, sedangkan normalnya musim kemarau masuk pada Mei dasarian I atau 20 hari lebih awal.

"Indikator La Nina di Samudera Pasifik masih ada sampai akhir Mei, selain itu Median Julian Oscilation (MJO) di Samudera Hindia juga masih aktif sehingga potensi uap air masih ada," ujarnya.

Menurut dia MJO yang menyebabkan meningkatnya potensi uap air mulai terjadi sejak awal Maret, akibatnya curah hujan selama Maret 2021 terpantau mencapai 300 mm atau kategori tinggi.

Kondisi tersebut akan berlanjut pada April 2021 meski dengan intensitas hujan yang cenderung di level menengah dan masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir hingga akhir April.

Mundurnya musim kemarau juga disebabkan kondisi musim kemarau yang diprediksi lebih kering dibandingkan kemarau 2020, indikasi musim kemarau sendiri mulai tampak dengan aktifnya Munson Australia atau angin kering di wilayah Indonesia bagian timur dan tengah.

Meski musim kemarau mundur namun musim pancaroba atau peralihan tetap pada prediksi awal yang akan dimulai pada pertengahan April hingga Mei atau terjadi selama Bulan Ramadhan.

Pihaknya meminta masyarakat waspada terhadap perubahan cuaca signifikan yang akan terjadi selama masa pancaroba, terutama kondisi tubuh yang berpuasa dan berhadapan dengan perubahan cuaca dalam waktu singkat.

"Pertumbuhan masa udara periode April-Mei akan banyak sekali, pada kondisi inilah cuaca berubah-ubah," kata dia menambahkan.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar