Harga karet mendekati Rp19.000/Kg hingga pekan kedua 2021

id harga karet,harga karet sumsel,harga karet kkk100 persen,harga jual karet ,petani sumsel

Harga karet mendekati Rp19.000/Kg hingga pekan  kedua 2021

Petani memanen getah karet di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (31/1/2020). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc)

Palembang (ANTARA) - Harga karet terus membaik hingga pekan kedua tahun 2021 dengan mendekati Rp19.000 per/Kg untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan dan Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel yang bersumber dari Singapore Commodity diketahui per Selasa (12/1), harga karet kadar kering KKK 100 persen Rp18.363/Kg, KKK 70 persen Rp12.854, KKK 60 persen 11.018/Kg, KKK 50 persen 9.182/Kg, KKK 40 persen Rp7.345/Kg.

“Harga memang terus membaik setelah sempat terkoreksi di akhir tahun, hingga tanggal 4 Januari 2021 dengan berada di harga Rp17.000/Kg. Kini harga mulai naik sehingga berada di kisaran Rp18.000/Kg,” kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sumatera Selatan Rudi Aprian di Palembang, Selasa.

Pada 28 Desember 2020, harga karet KKK 100 persen Rp17.797/Kg, kemudian bergerak turun pada 29 Desember 2020 menjadi Rp17.464/Kg, dan kembali turun pada 30 Desember 2020 Rp17.130/Kg. Namun pada penutupan tahun 31 Desember 2020 bergerak naik sedikit menjadi Rp17.495/Kg. Tren penurunan ini sempat berlanjut pada pembukaan perdana perdagangan tahun 2021, pada 4 Januari dengan harga Rp17.194/Kg.

Namun, setelahnya harga karet terus menanjak ke harga keseimbangan di atas Rp18.000/Kg. Pada 5 Januari 2021 Rp18.201/Kg, 6 Januari 2021 Rp18.295/Kg, 7 Januari Rp18.245/Kg, 8 Januari 2021 Rp18.867/Kg, 11 Januari 2021 Rp18.950/Kg.

Rudi mengatakan harga karet untuk kadar kering (KKK) 100 persen diperkirakan bakal bertahan di kisaran Rp18.000—Rp19.000 per Kilogram karena dipengaruhi sejumlah faktor terkini dalam perekonomian global sejak awal tahun 2021.

Namun, seberapa lama harga ini bertahan, dirinya tidak dapat memperkirakan karena harga karet dapat berubah dengan cepat jika dipengaruhi faktor iklim dan gangguan kondisi alam.

Saat suplai karet alam di pasar global terganggu hingga adanya permainan spekulan maka akan berimbas pasar pasar karet alam di bursa Singapore dan bursa Shanghai.

Pada awal tahun ini, pergerakan harga karet yang cukup signifikan belum dapat diprediksi karena belum adanya keyakinan investor terhadap keberhasilan vaksinasi anti COVID-19.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi global terkini disadari belum memicu peningkatkan permintaan karet di pasar internasional. Apalagi, negara-negara besar produsen karet juga belum pulih pasca cuaca ekstrem La Nina dan penyakit gugur daun pohon karet.

Namun jika merujuk analisa Dinas Perdagangan dan Gapkindo Sumsel diketahui terjadi harga keseimbangan baru di masa pendemi COVID-19 sudah terbentuk pada November 2020. Jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan, khususnya supply dan demand di pasar Singapore Commodity Exchange (SICOM).

Dilihat dari grafik harga rata rata mingguan pada periode itu, harga keseimbangan baru berkisaran antara Rp18.146—Rp18.711 per Kg untuk KKK 100 persen.

Namun pada saat tertentu, harga berfluktuasi akibat pengaruh perubahan pertumbuhan ekonomi dunia, kondisi pasar otomotif, harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar