Dinkes Palembang fokus turunkan kasus kekerdilan di 30 kelurahan

id stunting palembang,kekerdilan palembang,dinkes palembang,angka stunting palembang,lokus stunting palembang,balita stunti

Dinkes Palembang fokus turunkan kasus  kekerdilan di 30 kelurahan

Ilustrasi - Petugas Posyandu mengukur tinggi badan balita sebelum pemberian vitamin di Posyandu Bougenvile, Ngawi, Jawa Timur. ANTARA/ Ari Bowo Sucipto/foc

Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Palembang fokus menurunkan kasus kekerdilan di 30 kelurahan pada 2021 dengan memaksimalkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang dapat meningkatkan gizi spesifik dan gizi sensitif.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Fauziah, Selasa, mengatakan intervensi di 30 kelurahan yang menjadi lokasi khusus (lokus) tersebut ditargetkan mampu menurunkan prevelensi kekerdilan hingga 13 persen pada 2021.

"Pada 2020 di Palembang ada 10 lokus, tahun depan ada tambahan 20 lokus karena targetnya cukup tinggi," ujarnya.

Meski tidak menyebutkan secara spesifik angka kekerdilan di Kota Palembang, namun ia mengklaim persentasenya masih di bawah rata-rata nasional.

Menurut dia 30 kelurahan sebagai lokus intervensi kekerdilan tersebut berada di Kelurahan 9 Ilir, 11 Ulu, 8 Ilir, Sukamaju, Silaberanti, Bukit Sangkal, Tuan Kentang, Duku, Demang Lebar Daun, 12 Ulu, Sako Baru, Sentosa, Bukit Baru, 1 Ulu, Sungai Buah.

Kemudian Talang Kelapa, 14 Ulu, 9/10 Ulu, 8 Ulu, 13 Ulu, 7 Ulu, Kuto Batu, Tangga Takat, Lorok Pakjo, Sako, Bukit Lama, Siring Agung, Ogan Baru, 15 Ulu dan satu keluruhan di Kecamatan Plaju.

Dari 30 lokus tersebut, Kelurahan Talang Kelapa mencatatkan jumlah penderita paling banyak yakni 204 kasus, namun prevelansi kekerdilan tertinggi terdapat di Kelurahan Tuan Kentang yang mencapai 30,5 persen.

Sedangkan jika dilihat dari jumlah sasaran balita, Kelurahan 7 Ulu tercatat paling banyak dengan 1.152 balita dan Kelurahan Siring Agung 1.129 balita.

Dinkes Palembang berupaya meningkatkan intervensi gizi spesifik dan gizi insentif, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan bayi hingga usia balita agar angka kekerdilan akibat gizi buruk dapat diturunkan.

"Kami juga memberikan tablet tambah darah kepada remaja putri, ibu hamil dan anak-anak kurang gizi," tambah Fauziah.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar