BKSDA turunkan tim periksa kematian gajah di Pidie

id bksda,gajah mati,pidie,BKSDA Aceh turunkan tim,tim periksa kematian gaja,gajah sumatera,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palemba

BKSDA turunkan tim periksa kematian gajah di Pidie

Tim BKSDA melakukan nekropsi bangkai gajah yang ditemukan mati di kawasan perkebunan sawit di Aceh Timur, Sabtu (18/4/2020). Antara Aceh/HO/BKSDA Aceh

Banda Aceh (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menurunkan tim dokter untuk memeriksa kematian gajah sumatra (Elephas maximus sumatramus) di perkebunan masyarakat di Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto di Banda Aceh, Rabu, mengatakan, penyebab kematian gajah belum bisa dipastikan karena harus menunggu hasil pemeriksaan tim medis.

Baca juga: Kematian misterius 154 gajah dua bulan terakhir dalam penyelidikan

"Tim dokter BKSDA sudah diturunkan ke lokasi. Informasi kematian gajah kami terima pada Rabu, (9/9) sekitar pukul 11-an. Kapan gajah tersebut mati dan apa penyebabnya, kami masih menunggu pemeriksaan tim media," kata Agus Arianto.

Sebelumnya, seekor gajah sumatra berkelamin jantan tersebut ditemukan mati di perkebunan warga di Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie.

Baca juga: Lagi, seekor anak gajah ditemukan sudah menjadi bangkai di Aceh Jaya

Baca juga: Penyebab kematian gajah di Bonbin Kasang Kulim karena infeksi pencernaan, bukan kelaparan


Agus Arianto menyebutkan dari informasi diterima berdasarkan tampil fisik gajah, ada luka di kaki kanan. Namun, luka tersebut belum bisa disimpulkan menjadi penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.

"Untuk memastikan penyebab kematian gajah apakah diracun atau faktor lainnya harus dilakukan pemeriksaan tim medis. Tim dokter sudah diberangkatkan ke lokasi temuan gajah mati tersebut," kata Agus Arianto.

Sebelumnya, Agus Arianto menegaskan gajah sumatra merupakan satwa liar yang dilindungi. Berdasarkan data organisasi konservasi alam dunia, IUCN, gajah sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatra.

Satwa tersebut masik spesies terancam kritis dan berisiko tinggi untuk punah di alam liar. Oleh karena itu, BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitatnya.

"Kerusakan habitat gajah dapat menimbulkan konflik dengan manusia. Konflik ini bisa menimbulkan kerugian ekonomi dan korban jiwa bagi manusia maupun keberlangsungan hidup satwa dilindungi tersebut," kata Agus Arianto.

Baca juga: Satu gajah liar mati tanpa gading

Baca juga: Diduga terperosok, seekor gajah betina mati di Aceh Timur
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar