Masjid Agung Palembang batasi jamaah Shalat Id 3.000 orang

id Masjid agung palembang, sholat ied masjid agung palembang,Idul adha di tengah pandemi, batasi kapasitas, kurban masjid a

Masjid Agung Palembang batasi jamaah  Shalat Id 3.000 orang

Masjid Agung Palembang, Kamis (30/7) (ANTARA/Aziz Munajar/20)

Palembang (ANTARA) - Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang membatasi jamaah Shalat Idul Adha hanya untuk 3.000 orang dan tidak menyediakan tempat di luar bangunan masjid seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Setiap tahun biasanya ada 20.000 jamaah yang bisa meluber ke Jembatan Ampera, tapi tahun ini masjid hanya cukup untuk 3.000 orang saja," kata Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang, Kgs Ahmad Sarnubi, Kamis.

Menurut dia pembatasan itu untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 karena Kota Palembang masih berstatus zona merah atau daerah risiko tinggi penularan COVID-19.

Jamaah hanya diizinkan shalat pada bagian utama, kiri dan kanan masjid dengan mengatur jarak minimal satu meter, selain itu jamaah wajib membawa sejadah sendiri karena pengurus masjid tidak menyediakan.

Ia memastikan pelaksanaan Shalat Id tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti pengukuran suhu tubuh, menyediakan tempat cuci tangan dan mewajibkan jamaah menggunakan masker serta akan ada petugas yang berjaga.

"Kalau ada yang shalat di luar masjid ya mungkin nanti ada Satpol PP yang menertibkan," tambahnya.

Ia meminta masyarakat yang biasa Sholat Id di Masjid Agung Palembang agar shalat di masjid terdekat sesuai anjuran pemerintah karena lebih aman dan mudah.

Sementara pemotongan hewan kurban juga dilakukan agak berbeda pada tahun ini, kata dia, di mana pemotongan akan dilangsungkan pada malam hari dan dibagikan langsung tanpa kupon.

"Pemotongannya tanggal 31 Juli malam, mungkin makan waktu sampai subuh dan paginya langsung dibagikan ke 12 RT sekitar masjid, jadi tidak ada kerumunan warga lagi," jelasnya.

Masjid Agung Palembang sendiri rencananya memotong enam ekor kambing dan sembilan ekor sapi termasuk sapi kurban dari Presiden Joko Widodo seberat 1,1 ton.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar