Harga kelapa sawit di Mukomuko tembus Rp1.500/Kg

id sawit,kelapa sawit,harga sawit,kebun sawit,panen sawit,perkebunan kelapa sawit,mukomuko,bengkulu

Harga kelapa sawit di Mukomuko tembus Rp1.500/Kg

Pedagang pengumpul di Kabupaten Mukomuko sedang menimbang tandan buah segar kelapa sawit milik petani. (Antara)

Mukomuko (ANTARA) - Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di pabrik minyak kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengalami kenaikkan hingga menembus senilai Rp1.500 per kilogram.

"Pabrik minyak kelapa sawit PT USM yang membeli sawit petani dengan harga paling tinggi, yakni senilai Rp1.500 per Kg," kata Kepala Seksi Budi Daya Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Sudianto dalam keterangannya di Mukomuko, Kamis.

Ia menyebutkan, ada dua pabrik minyak kelapa sawit lainnya di daerah ini yang membeli sawit petani dengan harga tinggi yakni PT BMK sebesar Rp1.490 per Kg, PT GSS Rp1.490 per Kg.

Sedangkan sebanyak lima pabrik minyak kelapa sawit lainnya di daerah ini membeli sawit petani dengan harga diatas Rp1.400 per Kg, meningkat dibandingkan dengan sebelumnya.

Ia menyebutkan, sebanyak lima pabrik minyak kelapa sawit ini yakni pabrik PT KSM membeli sawit petani dengan harga sebesar Rp1.430 per Kg, naik dibandingkan sebelumnya Rp1.390 per kg, harga sawit di PT MMIL naik dari sebesar Rp1.390 per kg menjadi Rp1.430 per Kg.

Kemudian katanya, harga sawit di PT SAP naik dari sebesar Rp1.360 per kg menjadi Rp1.400 per kg, harga sawit di PT DDP naik dari sebesar Rp1.420 per Kg menjadi Rp1.460 per kg.

Sedangkan harga jual TBS kelapa sawit di PT Sapta Sentosa Jaya Abadi (SSJA) saat ini paling rendah dibandingkan pabrik lainnya yakni sebesar Rp1.370 per Kg, tetapi harga jual sawit di pabrik dibandingkan sebelumnya Rp1.330 per Kg.

Ia berharap, mudah-mudahan harga jual tandan buah segar kelapa sawit di seluruh pabrik kelapa sawit di daerah akan kembali mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.

“Mudah-mudahan harganya melaju terus agar kesejahteraan petani sawit di derah ini meningkat,” ujarnya.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar