Polisi Hong Kong tangkap terduga penyerang polisi di bandara

id hong kong,demonstrasi, uu keamanan nasional

Polisi Hong Kong tangkap terduga penyerang polisi di bandara

Aktivis pro demokrasi memegang poster bertuliskan "Lawan Undang-Undang Keamanan Nasional, kita turun ke jalan 1 Juli" saat berunjuk rasa usai Parlemen China meloloskan Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hong Kong di Hong Kong, China, Selasa (30/6/2020). Parlemen China pada Selasa (30/6) mengesahkan Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hong Kong melalui pemungutan suara dengan hasil bulat. ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu/wsj.

Hong Kong (ANTARA) - Kepolisian Hong Kong menangkap seorang laki-laki bernama belakang Wong (24) di bandara setempat pada Kamis pagi atas dugaan menyerang dan melukai seorang petugas penjagaan dalam aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional.

Pada Rabu (1/7), kepolisian Hong Kong menembakkan meriam air dan gas air mata kepada kerumunan demonstran, serta menangkap lebih dari 300 orang dari mereka.

Dalam cuitan di Twitter pada hari yang sama, pihak kepolisian juga mengunggah foto seorang petugas dengan kondisi terluka dan berdarah di bagian lengan, menyebut petugas itu ditusuk oleh "perusuh yang menggunakan benda tajam." Pelaku melarikan diri, sementara orang-orang di sekitar juga tidak memberikan bantuan.

Polisi tidak menjelaskan apakah Wong ditangkap ketika ingin pergi dengan pesawat atau dia bekerja di bandara tersebut. Namun surat kabar lokal Apple Daily, mengutip sumber tanpa nama, menulis bahwa terduga sempat berada di dalam pesawat Cathay Pacific menuju London yang dijadwalkan terbang sebelum tengah malam.

Seorang saksi mata mengatakan, "sekitar sepuluh menit sebelum lepas landas, tiga kendaraan polisi menghampiri pintu 64, di luar ada pesawat Cathay Pacific", dan sekira sepuluh polisi anti huru-hara menaiki tangga pesawat.

Pihak maskapai Cathay Pacific belum memberikan komentar atas hal ini.

Kepolisian sendiri menyatakan pihaknya menangkap sekitar 370 orang demonstran atas perkumpulan ilegal dan sejumlah pelanggaran lainnya, dengan sepuluh pelanggaran terhadap regulasi baru, undang-undang keamanan nasional.

Sumber: Reuters

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar