Polisi desak mundur pengunjuk rasa tolak kedatangan 500 TKA China

id Demo TKA,tka asal china,demo tolak tka,pekerja asing di sultra,tolak pekerja asing,tka asing,sultra,kendari, sulawesi utara

Polisi desak mundur pengunjuk rasa tolak kedatangan 500 TKA China

Pihak kepolisian tengah menembakkan gas air mata ke arah massa aksi di simpang empat Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (24/6/2020) dini hari pukul 00.10 Wita (ANTARA/Harianto)

Konawe Selatan (ANTARA) - Petugas kepolisian mendesak mundur ratusan orang yang melakukan unjuk rasa menolak kedatangan 500 tenaga kerja asing atau TKA  di simpang empat Desa Ambaipua, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu.

Polisi mendesak mundur pengunjuk rasa dengan menembakkan gas air mata dan water canon karena massa aksi sempat melemparkan batu dan kayu ke arah polisi.

Sebelumnya pihak kepolisian memperingatkan masa pengunjuk rasa agar membubarkan diri, namun imbauan tersebut tidak diindahkan dan massa berupaya melemparkan batu dan kayu ke arah polisi.

Baca juga: 156 TKA asal China tiba di Bandara Haluoleo

Baca juga: Presiden diminta tolak 500 orang TKA asal China masuk Sulawesi Tenggara

Hingga Rabu (24/6/2020) pukul 00.10 Wita, pihak kepolisian tengah berupa membubarkan massa dengan terus menembakkan gas air mata dan water canon ke arah pengunjuk rasa di Kecamatan Ranomeeto itu.

Sebelumnya, para massa aksi melakukan sweeping pada setiap kendaraan, khususnya roda empat yang keluar dari bandara, untuk memeriksa setiap penumpang, apakah memuat TKA atau tidak.

Baca juga: Situasi terkini di Sultra, hingga Selasa malam demo menolak kedatangan 500 TKA masih berlangsung

Massa yang melakukan unjuk rasa menolak kedatangan 500 orang tenaga kerja asing yang akan bekerja membangun smelter di PT DNI dan OSS Morosi Kabupaten Konawe dimulai sejak Selasa (23/6/2020) siang hari dan berlanjut hingga malam hari.

Baca juga: Luhut sebut anak muda harus tahu China kekuatan dunia yang tak bisa diabaikan
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar