Si "Wanita emas" dirikan partai politik baru

id partai emas,wanita emas,hasnaeni,dirikan partai baru,si wanita emas

Si "Wanita emas" dirikan partai politik baru

"Wanita Emas" Hasnaeni pendiri Partai Emas. ANTARA/dokumentasi pribadi

Kami juga tengah menjaring keanggotaan, jika berjalan sesuai rencana, kehadiran Partai Emas akan diumumkan pada tahun 2021
Jakarta (ANTARA) - Hasnaeni atau yang sering disebut "wanita emas" berencana mendirikan partai politik baru yang diberi nama Partai Emas.

Hasnaeni dalam rilisnya yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan pendirian Partai Emas sedang dalam proses, sejumlah persyaratan termasuk legal formal tengah dipersiapkan.

"Kami juga tengah menjaring keanggotaan, jika berjalan sesuai rencana, kehadiran Partai Emas akan diumumkan pada tahun 2021," kata perempuan yang sebelumnya pernah memiliki jabatan di sejumlah parpol.

Hasnaeni menjelaskan parpolnya memakai diksi 'emas' bukan hanya sebatas mengikuti nama bekennya saja, melainkan ada makna di balik itu.

"Emas itu kependekan dari Era Masyarakat Sejahtera," katanya menjelaskan.

Tujuan dari pendirian parpol tersebut, menurut dia, karena ingin menyejahterakan rakyat. Dalam hal ini, rakyat membutuhkan kepastian hidup dan pekerjaan serta tahu di mana akan bekerja.

"Ketika rakyat butuh tempat tinggal, rakyat tahu akan tinggal di mana, rakyat tahu mau berobat di mana, ketika rakyat butuh sekolahkan anak, tahu di mana akan sekolah anaknya, ketika rakyat tua dia tahu siapa yang akan urus dia, ketika meninggal, tahu akan dikuburkan di mana," ucapnya.

Mengenai lambang, Hasnaeni juga memiliki penjelasan bahwa kepala harimau atau macan sebagai simbol kepemimpinan yang kuat.

"Saya walau wanita, harus kuat," kata Hasnaeni.

Secara keseluruhan, logo partai memiliki arti bahwa negara harus kuat dan rakyatnya sejahtera serta mendapatkan kepastian hidup.

"Kami ingin rakyat sejahtera sepanjang zaman," ujar perempuan yang berniat maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Umum 2024 tersebut.

Hasnaeni diketahui memiliki pengalaman di dunia politik. Dia tidak hanya satu parpola, tetapi pernah menjabat di beberapa partai politik, salah satunya Wakil Bendahara Umum Partai Hanura.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar