Seorang bayi 10 bulan terseret banjir di OKU ditemukan meninggal tersangkut di akar pohon

id OKU,oku sumsel,bayi,bayi terseret banjir,bayi terseret banjir ditemukan meninggal,banjir oku,bayi meninggal tersangkut di akar kayu,sungai ogan meluap

Seorang bayi 10 bulan terseret banjir di OKU ditemukan meninggal tersangkut di akar pohon

Jenazah korban saat berhasil ditemukan (ANTARA/HO/20)

Mayat korban ditemukan tersangkut di akar pohon di bibir sungai tidak jauh dari lokasinya terjatuh
Baturaja, OKU (ANTARA) - Seorang bayi perempuan bernama Bayu Bening berusia 10 bulan yang hanyut terseret banjir di Desa Kepayang, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada Sabtu (13/6) sekitar pukul 17.00 WIB ditemukan meninggal dunia.

"Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB," kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU), AKBP Arif Hidayat Ritonga melalui Kapolsek Peninjuan, Iptu Hamid di Baturaja, Minggu.

Dia mengemukakan, mayat korban ditemukan tersangkut di akar pohon di bibir sungai tidak jauh dari lokasinya terjatuh.

Berdasarkan informasi di lapangan, kata dia, peristiwa tersebut terjadi bermula saat korban bersama ibunya Desi Puspita Sari (33) dibonceng oleh suaminya, Dian Seno Aji (34) menggunakan sepeda motor dari Desa Lubuk Banjar Kecamatan Lubuk Raja tujuan ke Kota Baturaja.

Pasangan suami istri ini menempuh jalan melalui Jembatan Ogan VI Desa Kepayang di Kecamatan Peninjauan menggunakan sepeda motor dengan empat penumpang.

"Karena korban masih balita seperti biasa digendong oleh ibunya. Sementara kakak korban duduk di depan ayahnya," katanya.
Jenazah korban saat berhasil ditemukan (ANTARA/HO/20)


Saat melintas di titik banjir di Desa Kepayang, lanjut dia, sepeda motor yang dikendarai ayah korban terjatuh hingga seluruh penumpang hanyut terseret arus sungai.

Warga yang berada di lokasi berusaha menyelamatkan keluarga yang terperosok ke dalam sungai tersebut, namun hanya ayah, ibu dan kakak korban yang berhasil diselamatkan.

Baca juga: Sungai Ogan meluap, 300 unit rumah warga OKU terendam banjir

"Sementara Banyu Bening sendiri hilang ditelan derasnya arus Sungai Kepayang hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah tim dari BPBD OKU dibantu anggota Polri dan TNI serta warga sekitar melakukan pencarian," ujarnya.

Sementara Itu, Kepala BPBD OKU, Amzar Kristofa secara terpisah mengatakan korban ditemukan sekitar 30-40 meter dari lokasi terjatuh saat dibonceng ayahnya menggunakan sepeda motor.

Menurut dia, dalam melakukan pencarian pihaknya sedikit mengalami kesulitan karena kondisi banjir menggenangi kebun-kebun warga di sekitar lokasi hingga jenazah korban baru ditemukan dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB.

"Jenazah korban saat ini sudah dibawa oleh keluarganya untuk dimakamkan," ujar dia.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar