Pangakalan TNI-AL Palembang dorong desa binaan produktif di tengah pandemi

id TNI,TNI AL,Lanal Palembang,ketahanan pangan,budidaya ikan

Pangakalan TNI-AL Palembang dorong desa binaan produktif di tengah pandemi

Personel Lanal Palembang bersama warga melakukan panen ikan di Desa Binaan Posmat Sungai Lumpur, Sumatera Selatan. ANTARA/HO/Lanal Palembang

Palembang (ANTARA) - Pangkalan TNI-Angkatan Laut Palembang mendorong sejumlah desa binaan potensi maritim di Sumatera Selatan tetap produktif di tengah pandemi COVID-19 untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Komandan Pangkalan TNI-AL Palembang Kolonel Laut (P) Saryanto di Palembang, Jumat, memerintahkan seluruh pos TNI AL di bawah jajaran Lanal Palembang untuk memelopori dan mengajak masyarakat desa binaan potensi maritim (potmar) tersebut untuk aktif bertani dan budi daya ikan.

“Program ketahanan pangan dilaksanakan dengan cara memanfaatkan lahan kosong untuk budi daya ikan air tawar di desa binaan potmar,” kata Saryanto.

Berbekal ilmu pengetahuan yang didapat dari Staf Potensi Maritim Lanal Palembang, personel Pos TNI AL menerapkan dan mengaplikasikan ilmu bersama dengan masyarakat dalam memanfaatkan lahan kosong untuk areal pertanian hingga budi daya ikan.

Menurut dia, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena setidaknya dapat mengatasi kesulitan ekonomi di tengah pandemi. Apalagi sejumlah daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang memengaruhi roda perekonomian warga.

Selama pandemi ini berlangsung, kehidupan masyarakat perdesaan mengalami terdampak secara ekonomi. Namun, jika sektor-sektor penggerak terus dihidupkan, setidaknya dapat mengangkat roda perekonomian warga.

Bagi TNI, kata dia, kegiatan ini masuk dalam 8 Wajib TNI, yakni menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat (Pasal 8).

"Seluruh pos TNI AL di bawah jajaran Lanal Palembang supaya dapat memelopori dan mengajak masyarakat untuk melaksanakan program Ketahanan Pangan sesuai dengan apa yang telah diimbau oleh Pemerintah," katanya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar