Update 24 Mei: Positif terinfeksi COVID-19 di Sumsel bertambah jadi 736 kasus, Empat Lawang kasus pertama

id Covid sumsel,covid-19,virus corona,empat lawang kasus pertama covid-19,info sumsel,update covid-19,pasien positif covid di sumsel bertambah,gugus tuga

Update 24 Mei: Positif terinfeksi COVID-19 di Sumsel bertambah jadi 736 kasus, Empat Lawang kasus pertama

Dokumentasi - Seorang Panitia menggunakan alat pelindung diri lengkap saat memantau kondisi warga dalam pelaksanaan Shalat Id di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2020). ANTARA FOTO/Aji Styawan/foc.

Penyebab sebaran COVID-19 terjadi terus menerus karena masih tingginya mobilisasi masyarakat, di satu sisi ada orang-orang tanpa gejala yang tidak mengetahui kondisinya tapi terus saja berinteraksi dengan orang lain
Palembang (ANTARA) - Warga Sumatera Selatan positif terinfeksi wabah COVID-19 bertambah 11 orang sehingga menjadi 736 kasus pada hari Hari Raya Idul Fitri 24 Mei 2020, dan Kabupaten Empat Lawang yang ditemukan positif satu kasus merupakan pertama kali dan tercatat sebagai wilayah sebaran baru virus corona di provinsi ini.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Selatan Yusri di Palembang, mengatakan penambahan kasus pada hari ini Minggu (24/5) berasal dari Kota Palembang (delapan kasus), Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Banyuasin dan Empat Lawang masing-masing satu kasus.

"Total tambahan 11 kasus, satu kasus dari Empat Lawang masih dalam penyelidikan dan sisanya berstatus penularan lokal," ujarnya.

Kasus baru dan pertamakali di Empat Lawang merupakan laki-laki usia 25 tahun dan tercatat dengan nomor kasus 730, sehingga kabupaten di perbatasan Sumsel-Bengkulu itu saat ini berstatus zona kuning.

Genap dua bulan sejak kasus pertama diumumkan Gubernur Sumsel Herman Deru pada 24 Maret, total 16 dari 17 kabupaten/kota telah ditemukan kasus positif COVID-19, hanya tersisa Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang masih berstatus zona hijau atau 0.

Total 736 kasus itu menyebar di Kota Palembang (zona merah) dengan 425 kasus, disusul Kota Lubuklinggau (zona merah) 55 kasus, Kabupaten Ogan Ilir (zona kuning) 45 kasus, Kabupaten Ogan Komering Ilir (zona kuning) 31 kasus, Kabupaten OKU (zona merah) 33 kasus, Kabupaten Banyuasin (zona merah) 45 kasus, dan Kota Prabumulih (zona merah) 20 kasus.

Baca juga: Herman Deru menyapa masyarakat Sumsel dan silaturahim bersama pejabat secara virtual

Baca juga: Meski zona merah, Herman Deru apresiasi Kota Prabumulih mampu turunkan paparan COVID-19


Kasus lainnya tersebar di tujuh wilayah zona kuning, yakni Kabupaten Musi Rawas Utara (19), Musi Rawas (15), Muara Enim (13), Lahat (delapan), Musi Banyuasin (delapan), OKU Timur (tujuh), serta OKU Selatan, Pagaralam dan Empat Lawang (satu), khusus dari luar Sumsel, namun dirawat di Sumsel sebanyak sembilan kasus.

Selain kasus positif, kasus meninggal yang terlaporkan juga bertambah empat orang dari Kota Palembang sehingga total menjadi 28 kasus  atau terakumulasi 3,9 persen dari total kasus.

Sedangkan kasus sembuh bertambah dua orang dari Musi Rawas dan Musi Banyuasin sehingga total kasus sembuh menjadi 102 orang atau terakumulasi 13,9 persen dari total kasus.

Gugus tugas mengimbau masyarakat tetap mematuhi imbauan pemerintah karena penyebaran COVID-19 di wilayah berpenduduk delapan juta jiwa ini sudah hampir merata.

"Penyebab sebaran COVID-19 terjadi terus menerus karena masih tingginya mobilisasi masyarakat, di satu sisi ada orang-orang tanpa gejala yang tidak mengetahui kondisinya tapi terus saja berinteraksi dengan orang lain, inilah kenapa penting sekali menjaga jarak dan menggunakan masker" kata Yusri menambahkan.

Baca juga: Achmad Yurianto: Pasien sembuh 5.402 orang, positif COVID-19 sebanyak 22.271 orang
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar