Update 17 Mei: Warga Sumsel positif terinfeksi COVID-19 tembus lebih 500 kasus, Palembang masih tertinggi

id covid sumsel,covid-19,kasus positif covid-19 tembusa 500 lebih,pasien positif covid-19,info sumsel,virus corona,gugus tugas sumsel,kasus covid sumsel

Update 17 Mei: Warga Sumsel positif terinfeksi COVID-19 tembus lebih 500 kasus, Palembang masih tertinggi

Ilustrasi - Tenaga medis dengan alat dan pakaian pelindung membantu pasien melakukan peregangan tubuh. ANTARA FOTO/REUTERS/Willy Kurniawan/wsj.

Maka total kasus di Sumsel menjadi 521 orang, ini adalah jumlah total termasuk yang sudah sembuh dan meninggal
Palembang (ANTARA) - Warga positif terinfeksi COVID-19 di Sumatera Selatan kembali bertambah hingga menembus lebih dari 500 kasus per 17 Mei 2020, dan Kota Palembang masih mendominasi kasus virus mematikan tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Selatan Yusri di Palembang, Minggu, mengatakan terdapat 63 kasus baru pada hari ini, Minggu (17/5) yang berasal dari Kota Palembang (47 kasus), Kabupaten Ogan Ilir (14 kasus) dan Ogan Komering Ilir (dua kasus).

"Maka total kasus di Sumsel menjadi 521 orang, ini adalah jumlah total termasuk yang sudah sembuh dan meninggal," ujar Yusri.

ke 521 kasus tersebut menyebar di Kota Palembang (zona merah) dengan 296 kasus, disusul Lubuklinggau (zona merah) 45 kasus, Ogan Ilir (zona kuning) 39, Kabupaten Ogan Komering Ilir (zona kuning) 29 kasus, OKU (zona merah) 27 kasus, Banyuasin (zona merah) 25 kasus, dan Prabumulih (zona merah) 16 kasus.

Kasus lainnya tersebar di tujuh wilayah zona kuning, yakni Musi Rawas (delapan), Muara Enim (delapan), Lahat (enam), Musi Banyuasin (lima), OKU Timur (empat), Muratara (dua), serta Pagaralam (satu), khusus dari luar Sumsel namun dirawat di Sumsel sebanyak sembilan kasus.

Baca juga: Meninggal dengan status non-COVID-19, warga Banyuasin justru dinyatakan positif

Baca juga: Dua jenazah PDP asal OKU dimakamkan sesuai protokol, hasil swab masih diproses di BBLK Palembang


Sementara 63 kasus baru hari ini berstatus lokal dari kasus sebelumnya serta dominan dari kalangan keluarga dan tenaga kesehatan yang memang rentan tertular karena berada dekat dengan kasus-kasus positif.

"Untuk tenaga kesehatan ada yang isolasi di rumah sakit masing-masing dan wisma atlet, sedangkan non-tenaga kesehatan isolasi di wisma atlet jika tergolong OTG dan isolasi di rumah sakit jika mengalami gejala," kata Yusri menjelaskan.

Selain kasus positif, kasus meninggal juga bertambah dua orang, yakni kasus 374 (perempuan 61 tahun) dari Kota Palembang dan kasus 344 (laki-laki 52 tahun) asal Kabupaten Banyuasin, sehingga total menjadi 15 kasus meninggal.

Sementara kasus sembuh tidak mengalami penambahan yakni tetap 73 orang, kata dia.

Baca juga: Positif COVID-19 meninggal di Sumsel bertambah dua orang, total jadi 13 orang

Gugus Tugas Sumsel mengingatkan kembali agar masyarakat tetap menerapkan social dan phsycal distancing jika harus keluar rumah dan berada di kerumunan, sebab tak dipungkiri momen sebelum lebaran membuat sebagian besar masyarakat terpaksa keluar rumah.

"Yang terpenting tetap gunakan masker, sering-sering cuci tangan dan perkuat imunitas tubuh dengan makanan bergizi serta jaga agar tidak stres," tambahnya.

Dengan demikian jika COVID-19 itu masuk ke dalam tubuh tanpa dirasakan maka tubuh dapat melawannya dengan imunitas sehingga tidak membawa ke kondisi yang lebih parah.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar