Bukit Asam tunggu keputusan pemerintah untuk berlakukan masuk kerja di kantor

id BUMN ,Dirut PTBA,Bukit Asam,The New Normal,New Normal,The New Normal BUMN,Menteri BUMN Erick Thohir

Bukit Asam tunggu keputusan pemerintah untuk berlakukan masuk kerja di kantor

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Sembari menunggu kapan akan dimulai, kami menyiapkan protocol COVID-19 untuk menerapkan skenario The New Normal di BUMN ini
Palembang (ANTARA) - PT Bukit Asam menunggu keputusan pemerintah untuk mulai memperberlakukan aturan baru berupa masuk kerja di kantor bagi karyawannya.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin, Minggu, mengatakan perusahaan sudah menerima Surat Menteri nomor S-336/MBU/05/2020 pada tanggal 15 Mei 2020 yang meminta BUMN untuk merespon skrenario The New Normal di lingkungan BUMN.

“Sembari menunggu kapan akan dimulai, kami menyiapkan protocol COVID-19 untuk menerapkan skenario The New Normal di BUMN ini,” kata dia.

Ia mengatakan protocol COVID-19 itu disiapkan Tim Task Force PT Bukit Asam yang sudah terbentuk.

Tim ini juga akan menganalisa dan menyusun batas waktu pelaksanaan skenario The New Normal, dengan tentunya berpedoman pada kebijakan Kementerian BUMN dan Kementerian/Lembaga terkait yakni khususnya BNPB dan Kementerian Kesehatan.

Arviyan menambahkan skenario ini juga akan disesuaikan dengan keunikan yang dimiliki perusahaan, seperti lokasi usaha, jenis usaha dan lain-lain.

Dengan demikian, ia melanjutkan, tanggal mulai masuk kerja bagi pegawai yang saat ini tengah menjalankan program Work From Home akan ditentukan setelah ada keputusan secara resmi dari pemerintah.

Baca juga: Erick Thohir: BUMN wajib bentuk "Task Force Penanganan COVID-19"

Baca juga: PTBA revisi target jika pandemi berlanjut hingga semester II

Hal ini menyelaraskan dengan surat edaran Menteri BUMN Erick Thohir kepada seluruh Direktur Utama BUMN No S-336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020 tentang antisipasi skenario The New Normal Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar