Bocah 5 tahun terseret arus drainase belum ditemukan

id Operasi SAR,bocah terseret arus,bocah tenggelam

Bocah 5 tahun terseret arus drainase belum ditemukan

Kantor SAR Tanjungpinang menyisir lokasi kejadian bocah laki-laki usia 5 tahun yang terseret arus drainase di Kelurahan Tanjung Riau, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (10/5) malam. (Foto/SAR Tanjungpinang)

Tanjungpinang (ANTARA) - Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang melakukan operasi pencarian terhadap Muhammad Zainul, bocah laki-laki usia 5 tahun yang terseret arus drainase di Kelurahan Tanjung Riau, Batam, Kepulauan Riau, Minggu malam.

"Benar bahwa telah terjadi operasi SAR untuk mencari satu orang terseret arus drainase," kata Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Mu'min.

Mu'min menjelaskan peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, korban sedang bermain tak jauh dari lokasi kejadian di tengah hujan lebat. Korban diduga tergelincir ke arah drainase lalu terseret arus.

Lanjut dia, informasi kejadian itu diterima pihaknya dari Lurah Tanjung Riau, Agus Novian sekitar pukul 21.15 WIB.

"Pukul 21.30 WIB tadi, tim langsung bergerak melalui jalan darat sepanjang tujuh kilometer dari Pos SAR Batam ke lokasi kejadian," kata Mu'min.

Proses pencarian korban melibatkan unsur SAR gabungan, meliputi Kantor SAR Tanjungpinang, Pos SAR Batam, Polsek Tanjung Riau, Polair Polda Kepri, Damkar Kota Batam, serta masyarakat setempat.

"Alat utama yang digunakan terdiri atas perahu karet satu set, alat selam satu set, peralatan komunikasi, dan peralatan medis," katanya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar