Banjir landa Rejang Lebong, korban butuh bantuan alat dapur

id Banjir Curup,banjir,korban banjir butuh bantuan,banjir landa curup,bantuan korban banjir

Banjir landa Rejang Lebong, korban butuh bantuan alat dapur

Korban banjir di Kelurahan Kepala Siring, Kabupaten Rejang Lebong menjemur ijazah sekolah anaknya yang sempat terendam banjir. (ANTARA/Nur Muhamad)

Banjir sebesar ini baru terjadi inilah, sebelumnya pernah sekitar tahun 1970-an. Banjirnya akibat meluapnya Sungai Air Duku ini terjadi sekitar jam 06.00 WIB setelah pada malamnya hujan deras
Rejang Lebong (ANTARA) - Korban banjir akibat luapan air di tiga sungai di Kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu pada Kamis, membutuhkan bantuan peralatan dapur karena banyak yang hilang terbawa banjir.

"Kebanyakan rumah yang kena bagian dapur, karena posisi dapurnya menjorok ke sungai, akibat banjir ini selain dapurnya banyak yang rusak juga isinya hilang semua terbawa air," kata Sekretaris Kelurahan Kepala Siring, Reka Putriana, di Rejang Lebong, Kamis.

Oleh karena banyak perabotan dapur hilang, katanya, warga tidak bisa memasak sehingga harus menumpang di dapur umum yang didirikan BPBD Rejang Lebong bersama PKK dan Risma di Masjid Jumhuriyah di kelurahan setempat.

"Banjir sebesar ini baru terjadi inilah, sebelumnya pernah sekitar tahun 1970-an. Banjirnya akibat meluapnya Sungai Air Duku ini terjadi sekitar jam 06.00 WIB setelah pada malamnya hujan deras, tetapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa," kata dia.

Seorang warga RT01/RW 03, Kelurahan Kepala Siring, Kecamatan Cukup Tengah, Betri (55), mengatakan keluarganya mengalami kerugian cukup banyak akibat meluapnya air Sungai Air Duku di wilayah mereka tinggal karena telah menyebabkan rumahnya teredam, merusak dapur, dan surat menyurat penting basah.

"Ini yang pentingnya adalah ijazah anak, terus surat menyurat lainnya. Surat menyurat ini semuanya tersimpan di dalam tas, saat banjir datang kami tidak tahu lagi mana yang akan diselamatkan dahulu. Saat air sudah surut tadi baru ketemu tasnya dan isinya basah semua," aku dia.

Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong M. Budianto menjelaskan banjir melanda daerah itu akibat hujan deras pada Kamis dini hari. Air yang mengalir di Sungai  Musi, Air Putih, dan Air Duku yang melintasi Kota Curup meluap.

"Untuk jumlah rumah yang terdampak mencapai ratusan unit dan saat ini masih terus kami data, selain itu juga ada areal pertanian berupa sawah yang mengalami kerusakan termasuk juga kolam ikan milik warga jebol, data pastinya saat ini masih dalam pendataan petugas," kata dia.

Banjir yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, setelah hujan deras sejak sekitar pukul 02.30 WIB itu, mengakibatkan ratusan rumah warga di sejumlah desa dan kelurahan di lima kecamatan, di antaranya Curup Tengah, Selupu Rejang, Curup Timur, Curup, dan Curup Utara terendam.

Rumah warga yang terdampak banjir itu kebanyakan berada di bantaran Sungai Air Putih dan Sungai Air Duku yang mengalir di tengah Kota Curup, sedangkan untuk lahan pertanian sawah berada di bantaran Sungai Musi dan sebagian kecil di aliran Sungai Air Duku.

Banjir juga merendam areal pertanian, sedangkan infrastruktur berupa jalan lintas Curup-Muara Aman (Kabupaten Lebong), di lokasi jembatan di Dusun Curup baru bisa dilalui kembali pada Kamis sore, setelah air surut.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar