Personel Polda Sumsel sumbang darah 543 kantong ke PMI

id donor darah, polda susmel sumbang darah ke pmi,polda susmel bantu atasi kekurangan stok darah di pmi, kapolda, polda sus

Personel Polda Sumsel sumbang darah 543 kantong ke PMI

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Priyo Widyanto donorkan darahnya. ANTARA/Yudi Abdullah

Palembang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyumbang 543 kantong darah untuk mengatasi kekurangan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) daerah setempat.

"Darah yang disumbangkan itu berasal dari personel di lingkungan Mapolda Sumsel yang melakukan aksi donor darah massal sepanjang sepekan terakhir," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Supriadi di Palembang, Jumat.

Kegiatan donor darah itu akan didorong dilakukan di satuan wilayah jajaran Polda Sumsel yang tersebar di 17 kabupaten dan kota untuk mencegah terjadinya krisis daerah di PMI.

Krisis darah perlu diantisipasi dengan gerakan donor darah massal sehingga pasien rumah sakit yang membutuhkan transfusi darah tidak kesulitan mencari donor (penderma) darah.

Sejak munculnya wabah COVID-19, lanjut dia, masyarakat mengurangi kegiatan donor darah sehingga terjadi kekurangan stok darah di PMI.

"Melihat kondisi ini kami terpanggil untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan kegiatan donor darah massal di lingkungan Polda dengan memperhatikan protokol kesehatan menjaga jarak sebagai tindakan antisipasi penyebaran COVID-19," ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol. dr. Syamsul Bahar menjelaskan bahwa saat pandemi COVID-19 Polda Sumsel terpanggil untuk mendonorkan darahnya guna mengatasi masalah kekurangan stok darah di PMI.

Kegiatan aksi kemanusiaan ini, kata dia, atas inisiasi Kapolda Sumsel Irjen Pol. Priyo Widyanto yang mendengar informasi dan membaca berita tentang kekurangan stok darah di PMI Palembang.

"Melalui kepedulian pihak Polda Sumsel untuk kemanusiaan itu, dia berharap kekurangan stok darah untuk sementara waktu bisa diatasi sambil menunggu donor lainnya," kata dr. Syamsul.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar