Pemkot Palembang ajak UMKM produksi masker penuhi kebutuhan masyarakat

id COVID-19, umkm palembang, umkm produksi masker, masker kain, masker, pemkot palembang, kebutuhan masker,APD, tenaga medi

Pemkot Palembang ajak UMKM produksi masker penuhi kebutuhan masyarakat

Wakil Wali Kota Palembang, Fitrinti Agustinda (baju putih) saat mengunjungi salah satu UMKM produsen masker, Rabu (8/4) (ANTARA/Aziz Munajar/20)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang mengajak usaha mandiri kecil menengah memproduksi masker untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat selama masa wajib penggunaan masker sejak 6 April 2020.

Wakil Wali Kota Palembang, Fitiranti Agustinda, Rabu, mengatakan telah menunjuk 60 UMKM untuk memproduksi masker yang boleh dijual ataupun dibagikan gratis kepada masyarakat.

"Ada sekitar 37.000 UMKM di Kota Palembang insyallah semuanya ingin kami arahkan memproduksi masker sebanyak-banyaknya," ujar Fitirianti Agustinda saat meninjau salah satu UMKM produsen masker.

Menurut dia masker kain yang diproduksi harus memenuhi standar dinas kesehatan yakni tebal, kuat, dan mudah digunakan sehingga maksimal dalam mencegah penularan COVID-19 saat berada di ruang terbuka.

Penggunaan masker kain diharapkan membuat masyarakat tidak lagi membeli masker medis agar para tenaga medis dan petugas pelayanan kesehatan tidak kekurangan masker selama pandemi COVID-19.

"Masyarakat di Kota Palembang ada 2 juta jiwa, kami sangat meminta agar gunakan masker baik yang sakit maupun yang tidak sakit," tegas Fitri.

Meski bahan baku masker mengalami kenaikan, kata dia, namun secara umum stoknya masih tersedia dan pihaknya siap membantu UMKM yang mengalami kesulitan bahan baku agar harga masker tetap mudah dibeli masyarakat.

Selain masker, UMKM juga diajak memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) lainnya seperti pelindung muka dan baju steril untuk tenaga medis setempat yang masih kekurangan APD dalam menangani COVID-19.

Sementara Ketua Gabungan Pengusaha Handricraft Makanan (Gapeham) Palembang, Komariyah Arifin, menambahkan bahwa ada 400 UKM anggotanya siap memproduksi masker demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami bisa memproduksi sampai 2.000 masker dalam sehari, kami memang terpaksa banting setir memproduksi masker karena bisnis pokok kami sudah terdampak COVID-19," ujar Komariyah.

Ia menjelaskan masker dibuat dari bahan kain katun dan balotelli yang cukup tebal sesuai arahan Dinas Kesehatan Kota Palembang dan RSUD BARI Palembang, untuk masker katun pihaknya menjual dengan harga Rp6.000 - Rp9.000 perlembar, sedangkan masker bahan balotelli dihargai Rp10.000 perlembarnya.

"Sejauh ini kami sudah memproduksi 20.000 lembar masker yang kebanyakan pesanan dari perusahaan swasta dan BUMD," tambah Komariyah.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar