Eropa luncurkan inisiatif aplikasi pelacakan kontak infeksi corona

id Corona,COVID-19,Aplikasi Pelacak ,Jerman,Eropa,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara sumsel hari ini, palembang har

Eropa luncurkan inisiatif aplikasi  pelacakan kontak infeksi corona

Aplikasi berbasis komunitas untuk memantau persebaran virus corona 10 Rumah Aman. (ANTARA/Natisha Andarningtyas)

Berlin (ANTARA) - Ilmuwan dan pakar teknologi Eropa mengatakan mereka akan meluncurkan inisiatif bersama pada Rabu untuk mendukung penggunaan aplikasi digital untuk memerangi virus corona sambil tetap mematuhi undang-undang perlindungan privasi yang keras di kawasan itu.

Penyimpanan Data Pelacakan Kedekatan Pribadi Pan-Eropa (PEPP-PT) menyatukan 130 peneliti dari delapan negara untuk mengembangkan aplikasi yang dapat mendukung upaya penelusuran kontak di dalam negara dan lintas batas.

"Tujuan kami adalah untuk memberi dasar bagi komponen inti digital dari perjuangan global melawan COVID-19," kata Hans-Christian Boos, pendiri perusahaan otomasi bisnis Arago dan anggota dewan penasihat digital untuk pemerintah Jerman.

"Platform PEPP-PT yang dapat dibangun oleh pihak lain mencakup penyimpanan data pelacakan kedekatan digital pribadi dan anonim, yang sepenuhnya sesuai dengan GDPR dan juga dapat digunakan saat bepergian antar negara."

GDPR, atau Peraturan Perlindungan Data Umum, adalah aturan privasi Uni Eropa yang menetapkan batasan ketat pada pemrosesan data pribadi, sehingga menyulitkan, misalnya, untuk menggunakan data lokasi telepon pintar untuk memerangi COVID-19 - penyakit seperti flu yang disebabkan oleh virus corona.

Boos akan mengadakan pengarahan pers pada jam 11 pagi waktu setempat bersama dengan Marcel Salathe, kepala Lab Epidemiologi Digital di Institut Teknologi Federal Swiss di Lausanne dan Thomas Wiegand dari Universitas Teknik Berlin dan kepala Fraunhofer Heinrich Hertz Institute (HHI).

HHI mengatakan pada Senin bahwa Jerman beberapa minggu lagi akan meluncurkan aplikasi telepon pintar yang dapat melacak 'jabat tangan' Bluetooth yang berdekatan antara perangkat, sehingga memungkinkan untuk memperingatkan mereka yang berisiko terinfeksi.
Sumber: Reuters