Momentum penutupan museum SMB II Palembang digunakan pemeliharaan

id museum, museum smb 2 palembang, museum tutup antisipasi covid-19, virus corona,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antar

Momentum penutupan museum SMB II Palembang  digunakan pemeliharaan

Museum SMB II Palembang (ANTARA/Yudi Abdullah/20)

Palembang (ANTARA) - Pengelola Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, memanfaatkan momentum penutupan kunjungan untuk umum terkait antisipasi penyebaran COVID-19 guna melakukan pemeliharaan koleksi-koleksi museum.

Petugas Museum SMB II Palembang, Kiki Fitrias di Palembang, Kamis mengatakan penutupan museum dalam beberapa pekan ini hingga batas waktu yang belum ditentukan dimanfaatkan untuk melakukan pemeliharaan ratusan koleksi peninggalan kesultanan itu.

Pemeliharaan tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi koleksi museum tetap layak dipamerkan dan bisa bertahan lebih lama lagi.

Jika kondisi penyebaran COVID-19 bisa diatasi dengan baik dan aktivitas masyarakat normal kembali, sewaktu-waktu museum bisa dibuka kembali untuk umum, katanya.

Menurut dia, Museum SMB II Palembang memiliki lebih dari 700 koleksi peninggalan sejarah dari zaman Kesultanan Palembang Darussalam.

Koleksi tersebut di antaranya berupa mata uang, prasasti, naskah kuno, guci, kain dan pakaian tradisional, piranti saji, aksesoris kamar pengantin, keris, pedang, serta senjata tajam lainnya.

Koleksi museum SMB II Palembang yang berada di samping Jembatan Ampera itu dalam kodisi normal bisa dilihat masyarakat setiap hari sesuai dengan jam buka museum.

Pengunjung museum pada hari tertentu seperti musim liburan, dan adanya kegiatan seminar, pertandingan olahraga, atau kegiatan lainnya yang berskala nasional bahkan internasional cukup banyak.

"Pada hari biasa pengunjung ke museum SMB II yang berada dalam kawasan Benteng Kuto Besak itu, paling banyak puluhan orang, namun pada momentum tertentu jumlahnya bisa mencapai ratusan orang," ujarnya.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar