Bali gelap gulita malam Hari Raya Nyepi

id Bali, nyepi, hari raya, pariwisata,Hindu

Bali gelap gulita malam Hari Raya Nyepi

Tamu hotel menikmati makan malam dengan penerangan yang minim di Badung, Bali, Rabu (25/3/2020). Antaranews Bali/Fikri Yusuf

Badung (ANTARA) - Suasana seluruh wilayah di Provinsi Bali, terpantau gelap gulita saat malam Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942.

Koresponden ANTARA di wilayah Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu, melaporkan, ketika matahari sudah mulai terbenam, suasana mulai tampak gelap dan tidak ada lampu penerangan yang terlihat dinyalakan.

Para wisatawan di salah satu hotel yang berada tepat di tepi Pantai Kuta, menikmati makan malam sembari menyaksikan pemandangan matahari terbenam dengan penerangan yang sangat minim dari lilin yang hanya dinyalakan sementara saat tamu hotel sedang makan malam.

Sama seperti para wisatawan, para karyawan hotel juga terpantau tetap melakukan aktivitas pelayanan kepada tamu hotel dengan cahaya penerangan yang sangat minim

Kondisi tersebut berbanding terbalik jika dibandingkan dengan suasana kawasan Kuta pada hari biasa yang dipenuhi lampu penerangan dengan hingar bingar aktivitas pariwisata.

Saat Hari Raya Nyepi, seluruh lampu harus dipadamkan, tidak hanya di kawasan pariwisata dan perhotelan, namun hal itu juga harus dilakukan di seluruh kawasan permukiman penduduk.

Hal itu dilakukan, terkait dengan suasana malam Hari Raya Nyepi di Bali terpantau gelap gulita karena seluruh penerangan di permukiman warga dan kawasan perhotelan dipadamkan terkait dengan salah satu catur brata penyepian, yaitu tidak menggunakan api termasuk lampu penerangan (Amati Geni).

Selain Amati Geni, saat Hari Raya Nyepi umat Hindu menjalani brata penyepian lainnya yaitu, tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan) dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam hingga Kamis (26/3) pukul 06.00 WITA.

Sesekali juga terlihat Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali yang berpatroli mengawasi keadaan lingkungan serta memastikan kondisi lampu penerangan rumah warga, termasuk penerangan kamar-kamar hotel yang dihuni wisatawan telah dipadamkan.

Maharani, seorang tamu hotel yang berasal dari Jawa Timur mengatakan, gelapnya suasana Bali saat malam Hari Raya Nyepi menurutnya menjadi suatu pengalaman tersendiri yang sangat menarik.

"Suasananya sangat tenang dan sunyi. Apalagi biasanya di Kuta ini ramai sekali wisatawan, kalau malam juga banyak tempat hiburan yang terang, kemudian sekarang ini semuanya lampunya bisa mati ya menurut saya sangat indah dan khidmat terutama bagi umat Hindu yang sedang menjalani Nyepi," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar