Hotel Baturaja dijadikan ruang isolasi pasien suspect COVID-19

id Pemkab OKU jadikan hotel tempat isolasi,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019,berita sumsel, berita palemban

Hotel Baturaja dijadikan  ruang isolasi pasien suspect COVID-19

Hotel Baturaja saat ini dijadikan tempat isolasi bagi pasien suspect COVID-19. ANTARA/Edo Purmana

Baturaja (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengalihfungsikan Hotel Baturaja yang terletak di pusat kota wilayah setempat menjadi tempat ruang isolasi bagi pasien suspect COVID-19.

"Kami menyiapkan ruang isolasi pasien susfect virus corona di Hotel Baturaja," kata Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Kuryana Azis di Baturaja, Rabu.

Dia mengemukakan, saat ini Kabupaten OKU baru memiliki tiga rumah sakit yakni RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, RS Antonio dan Rumah Sakit DKT yang selama ini menjadi tempat isolasi bagi pasien suspect COVID-19 di wilayah setempat.

"Semua persiapan di Hotel Baturaja sudah dilakukan mulai dari ruang isolasi beserta alat kelengkapan medis dan petugas medis yang siap siaga 24 jam dalam menangani dan mengantisipasi COVID-19," ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Penanggulangan Virus Corona Kabupaten OKU, Hadi Sukanto sebelumnya mengemukakan sejauh ini terdapat dua orang pasien suspect COVID-19 dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang diisolasi di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.

"Dua pasien suspect ini adalah ayah dan anak dan statusnya PDP. Untuk sang ayah sudah dirujuk ke Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang karena mengalami pneumonia atau radang paru," jelasnya.

Selain dua pasien tersebut suspect, lanjut dia, tim Satgas COVID-19 OKU juga sudah menetapkan dua orang lagi berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) yakni istri dan mertua dari PDP yang dirujuk ke Palembang.

"Dua ODP ini dalam pengawasan petugas Puskemas Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur dan tidak diperbolehkan keluar rumah selama 14 hari," tegasnya.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar