Zagreb diguncang gempa, warga tetap diimbau pembatasan sosial

id zagreb,kroasia,gempa bumi,virus corona

Zagreb diguncang gempa, warga tetap diimbau pembatasan sosial

Gempa (ilustrasi) (1)

Zagreb (ANTARA) - Gempa bumi besar mengguncang dekat ibu kota Kroasia, Zagreb, pada Minggu, mengakibatkan seorang remaja terluka parah setelah sebuah gedung apartemen di kota itu runtuh, menurut laporan Pusat Penelitian Geosains Jerman GFZ dan seorang pejabat rumah sakit.

Seorang remaja lain juga terluka parah dan gempa bumi itu menyebabkan beberapa kebakaran dan pemadaman listrik di beberapa bagian ibu kota, ujar rumah sakit dan layanan darurat.

Perdana Menteri Andrej Plenkovic meminta warganya untuk berada di luar rumah di tengah potensi gempa susulan.

Plenkovic dan Menteri Dalam Negeri Davor Bozinovic juga mengimbau orang-orang yang bergegas turun ke jalan agar tetap membatasi jarak satu sama lain, mengingat negara itu tengah berjuang untuk menahan penyebaran virus corona. Sejauh ini, Kroasia telah melaporkan 206 kasus dan satu kematian.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk memperkirakan apa yang harus dilakukan saat ini. Ada protokol untuk gempa bumi. Tetapi saat gempa bumi dipadukan dengan pandemi global, maka itu adalah situasi yang jauh lebih rumit," kata Bozinovic kepada media lokal.

Plenkovic mengatakan gempa dengan magnitudo 5,3 menurut GFZ, adalah yang terbesar yang melanda Zagreb dalam 140 tahun. Gempa itu mengguncang 6 kilometer sebelah utara kota dan terasa melintasi Balkan Barat.

Zarko Rasic, kepala Institut Kedokteran Darurat Zagreb, sebuah rumah sakit anak-anak, mengatakan seorang anak berusia 15 tahun berada dalam kondisi kritis setelah ditemukan oleh tim layanan darurat di bawah sebuah bangunan yang runtuh, dan anak di bawah umur lainnya telah dirawat dengan cedera kepala dari sebuah atap rumah yang jatuh. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang identitas orang tersebut.

Pemadam Kebakaran Zagreb mengatakan operasi pemadam kebakaran dan penyelamatan sedang berlangsung di beberapa lokasi.

Plenkovic mengatakan tentara telah dipanggil untuk membantu membersihkan puing-puing di Zagreb dan mendesak warga untuk "tinggal di luar dan menjaga jarak".

"Situasinya bertentangan, kami meminta orang untuk tinggal di rumah untuk menghindari penyebaran virus corona, dan sekarang kami menyarankan mereka untuk meninggalkan rumah mereka," ujar Plenkovic dalam konferensi pers.

GFZ menurunkan besaran gempa dari pembacaan awal 6.0.

"Gempa itu berlangsung lebih dari 10 detik. Sejauh ini yang terkuat yang pernah saya rasakan," kata seorang saksi, kemudian menambahkan bahwa gempa tersebut diikuti oleh beberapa gempa susulan.

Seorang wartawan Reuters di tempat kejadian melihat menara lonceng gereja rusak, beberapa bangunan jatuh ketika orang-orang meninggalkan apartemen dan turun ke jalan.

Pemerintah mengadakan pertemuan kabinet darurat dan mengatakan akan mengadakan konferensi pers lagi pada Minggu sore.

Survei Geologi AS mengatakan, gempa tersebut bermagnitudo 5,4, sedangkan Pusat Seismologi Mediterania Eropa (EMSC) juga melaporkan magnitudo 5,3, diikuti gempa bermagnitudo 5,1 lainnya.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar