Pasaman Barat hentikan absen sidik jari ASN antisipasi COVID-19

id Hentikan absen sidik jari

Pasaman Barat hentikan absen sidik jari ASN antisipasi COVID-19

Ilustrasi - Bupati Pasaman Barat (Pasbar) H Syahiran menyematkan tanda jasa dari Presiden RI berupa Satya Lencana Karya Satya untuk PNS di lingkungan Pemkab Pasbar yang masih aktif yang telah mengabdi selama 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun sebagai PNS. FOTO ANTARA SUMBAR/Altas Maulana/10

Simpang Empat,- (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menghentikan pemakaian absen elektronik sidik jari bagi aparatur sipil negara untuk mengantisipasi penyebaran virus corona jenis baru atau COVID-19.

"Mulai besok Senin (16/3) absen elektronik pakai sidik jari atau finger print kami hentikan sampai batas waktu yang ditentukan kemudian," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto melalui Sekretaris Daerah Pasaman Barat Yudesri di Simpang Empat, Minggu.

Ia mengatakan keputusan itu diambil setelah melihat perkembangan yang ada dan adanya surat dari pemerintah pusat terkait waspada COVID-19.

"Bagi ASN akan diberlakukan absen manual dan tentunya dengan batas waktu tertentu. Diharapkan ASN tetap semangat dalam bekerja," katanya.

Pihaknya mengambil langkah cepat menindaklanjuti imbauan pemerintah pusat terkait COVID-19 dengan membentuk satuan tugas pencegahan

"Segera kami bentuk dan rapatkan satgas untuk pencegahan COVID-19 ini," katanya.

Ia menyebutkan satgas itu nantinya terdiri dari unsur teknis, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BPBD, Bappeda, Kesbangpol, BPKAD, Polri dan TNI.

Satgas itu bertujuan agar nantinya dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan virus itu jelas dan terarah.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi virus corona karena pemerintah telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar