Warga keluhkan asap kebakaran lahan gambut

id Mukomuko

Warga keluhkan asap kebakaran lahan gambut

Petugas pemadam kebakaran Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Mukomuko memadamkan kebakaran lahan gambut. ANTARA/ Dokumen

Mukomuko (ANTARA) - Warga pengguna kendaraan roda dua dan empat yang melintas di jalan dua jalur di Kelurahan Bandar Ratu, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan asap tebal yang berasal dari kebakaran lahan gambut di lokasi tersebut. “Asap tebal dari kebakaran lahan gambut di lokasi tersebut sangat menganggu dan membuat jarak pandang kendaraan yang melintas di lokasi ini menjadi pendek,” kata salah seorang warga Kelurahan Bandar Ratu Eri Yanto di Mukomuko, Sabtu.

Eri Yanto bersama dengan istrinya terganggu asap tebal saat mobilnya dari komplek perkantoran pemerintah setempat melintas di lokasi kebakaran lahan gambut tepatnya di jalan dua jalur sebelum Markas Kepolisian Resor setempat.

Ia menyatakan, meskipun hanya sebagian kecil lahan gambut yang telah ditanami tanaman kelapa sawit di wilayah ini yang terbakar tetapi asap tebal yang berasal dari kebakaran lahan gambut tersebut menyelimuti sebagian lokasi tersebut.

Merizon, pemilik lahan gambut yang terbakar di Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko mengatakan api yang membakar lahan gambut yang telah ditanami sawit miliknya ini berasal dari kebakaran sampah dekat lahannya.

“Ada warga yang berkebun kelapa sawit disebelah lahan saya ini yang membakar sampah, kemudian tanpa disengaja api yang berasal dari kebakaran sampah ini meluas ke lahan milik saya ini,” ujarnya.

Kemudian, katanya, pihaknya langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran untuk memadamkan kebakaran ini.

Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Mukomuko A. Halim mengatakan sejumlah petugas pemadam kebakaran telah memadamkan api yang membakar lahan gambut tersebut.

Selain itu, hujan yang turun pada sore hari di daerah ini turut memadamkan kebakaran lahan gambut tersebut.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar