Kesiapan BUMN menghadapi wabah virus corona

id kesiapan,erick thohir,bumn kesehatan,bumn pangan,wabah corona

Kesiapan BUMN menghadapi wabah virus corona

Menteri BUMN Erick Thohir. ANTARA/Aji Cakti/am.

....BUMN farmasi, agar mempertahankan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga alat pelindung diri, cairan antiseptik atau alat-alat sanitasi....
Jakarta (ANTARA) - Jauh-jauh hari sebelum Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus positif corona atau COVID-19 pertama di Indonesia pada 2 Maret 2020, Menteri BUMN Erick Thohir telah mengimbau seluruh BUMN

untuk mengantisipasi dampak merebaknya virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China tersebut.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyampaikan bahwa Erick Thohir meminta supaya BUMN mengantisipasi dampak ekonomi terhadap Indonesia karena wabah virus corona.

Tidak hanya mengimbau, Erick yang tampaknya mengamati betul dampak luar biasa dari corona terhadap sejumlah negara lainnya juga telah bergerak cepat dengan membentuk sub holding BUMN Farmasi.

Menteri BUMN membentuk sub holding BUMN farmasi dalam rangka menciptakan ketahanan kesehatan dan mengurangi impor obat.

Sub holding BUMN farmasi baru terbentuk periode Kabinet Indonesia Maju. Jadi ini merupakan salah satu pencapaian Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir.

Arya Sinulingga mengatakan bahwa sub holding BUMN farmasi tersebut terdiri dari Kimia Farma dan Indofarma dengan Bio Farma sebagai induknya. Sub holding BUMN farmasi ini dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan no. 862/KMK.06/2019 dan resmi berdiri pada 31 Januari 2020.

Erick Thohir juga sudah merencanakan pembentukan subholding BUMN rumah sakit yang diharapkan dapat rampung pada Juni 2020.

 
Ilustrasi - Seorang apoteker memasukkan sebuah masker ke kantong plastik di Apotek Kimia Farma, Jakarta. ANTARA/Aji Cakti/am.


Ketika wabah virus Corona masuk pertama kali ke Indonesia melalui dua warga Depok, Jawa Barat pada bulan Maret 2020, Menteri BUMN Erick Thohir langsung bergerak cepat dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE-1/MBU/03/2020 Tentang Kewaspadaan terhadap penyebaran COVID-19.

Salah satu perintah Erick dalam surat tersebut yakni memerintahkan BUMN farmasi untuk mempertahankan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga masker, cairan antiseptik dan perlengkapan alat-alat kesehatan lainnya di tengah merebaknya wabah corona.

"BUMN farmasi, agar mempertahankan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga alat pelindung diri, cairan antiseptik atau alat-alat sanitasi," ujar Erick Thohir dalam surat edaran tersebut.

Hal ini mengingat kondisi masyarakat Indonesia yang jatuh ke dalam situasi "panic buying" akibat masuknya corona serta melejitnya harga masker karena kelangkaan masker yang disebabkan ulah oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Saat melakukan peninjauan ke Kimia Farma, Erick Thohir memastikan bahwa stok masker dan perlengkapan kesehatan lainnya aman dan tersedia di seluruh apotek Kimia Farma.

Erick juga mengatakan bahwa Kimia Farma sudah membatasi tidak boleh membeli lebih dari dua masker. Harga-harganya juga dipastikan tidak mengalami kenaikan.

Sementara itu Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan bahwa jumlah stok masker yang ada saat ini sekitar 215 ribu lembar. Pihaknya masih melakukan pemesanan sekitar 7,2 juta lembar masker.

Selain itu Verdi juga menambahkan bahwa untuk masker kain, pihak Kimia Farma menjual masker tersebut dengan harga Rp2.000 per masker di seluruh Indonesia.

Sedangkan Direktur Utama PT RNI (Persero) Eko Taufik Wibowo mengemukakan persediaan stok masker, hand sanitizer dan perlengkapan kesehatan lainnya aman serta tersedia untuk kebutuhan darurat.

"RNI dari sisi persediaan untuk keadaan darurat, masker kita siap untuk membantu Kimia Farma, hand sanitizer kita siap, tapi semuanya dalam keadaan darurat," ujar Eko Taufik Wibowo.

RNI tidak melempar atau menjual masker tersebut ke pasar, karena pihaknya telah bekerjasama dengan Kimia Farma sebagai BUMN pemerintah yang resmi.

Selain itu RNI juga telah menyiapkan minimal 100 ribu masker, buat berjaga-jaga untuk kebutuhan darurat seperti kebutuhan rumah sakit, rumah sakit pemerintah.

Terkait hand sanitizer dan peralatan-peralatan kesehatan lainnya, RNI juga memastikan stoknya aman serta tersedia.

 

Pusat krisis

Tidak hanya menjaga stok masker, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menginstruksikan rumah sakit BUMN untuk menyediakan pusat krisis (crisis center) dan ruang isolasi untuk mewaspadai wabah virus corona yang telah masuk ke Indonesia.

Ruang isolasi harus selalu disediakan oleh rumah sakit-rumah sakit BUMN selama masih berlangsungnya wabah corona yang pertama kali masuk ke Indonesia melalui warga negara Jepang.

PT Pertamedika IHC, BUMN yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan, mengungkapkan rumah sakit-rumah sakit BUMN berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia dalam rangka menghadapi wabah atau penyebaran virus corona.

Direktur Utama Pertamedika IHC, Dr dr Fathema Djan R menyampaikan penyebaran virus corona yang begitu cepat membuat rumah sakit BUMN mengambil langkah dengan tetap berhati-hati dan selalu siaga dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Sebanyak 64 rumah sakit milik BUMN bersiaga dengan melakukan sosialisasi tentang infeksi virus corona dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus tersebut di Indonesia.

Sosialisasi ini bertujuan untuk membangun pemahaman dan kesadaran tentang penyebaran virus berbahaya ini dan menjalin kerja sama seluruh instansi terkait dengan rumah sakit di seluruh Indonesia.

 

Stok beras

Menteri BUMN Erick Thohir juga memerintahkan BUMN pangan dan pupuk untuk menjaga stok dan distribusi menyusul wabah virus corona. BUMN pangan seperti Bulog diminta untuk mempertahankan distribusi pangan dan bahan pokok selama wabah corona masih terjadi.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengungkapkan beras yang keluar dari gudang Bulog dalam kondisi bagus, sehingga masyarakat punya pilihan dan tidak perlu panik.

Menteri BUMN Erick Thohir, usai meninjau gudang beras Bulog, memastikan stok beras untuk seluruh Indonesia dalam kondisi aman sampai Lebaran. Stok beras nasional tersebut dipastikan mencapai hampir 1,65 juta ton untuk seluruh Indonesia, terlebih lagi nanti ada yang namanya rencana panen raya agak maju seperti biasanya sehingga stok beras baru akan masuk ke gudang-gudang Bulog.

Namun Menteri BUMN menegaskan bahwa mengambil untung dari perdagangan beras diperbolehkan, tapi yang dilarang adalah perdagangan tersebut dimafiakan. Dalam arti jangan sampai ketika rakyat butuh, harganya dimahalkan, ketika panen, harga berasnya dibanting sampai petani dimiskinkan.

Selain itu, dia juga ingin mafia-mafia beras harus segera disadarkan, karena yang namanya pemerintah punya jalur distribusi yang sangat kuat. Menurut Erick, kalau tidak bisa di jalur distribusi pemerintah, Bulog bisa bekerja sama dengan minimarket dan supermarket yang menjual beras.

Mengenai distribusi, ia mengatakan Kementerian BUMN akan terus memperbaikinya apakah dengan kanal yang ada selama ini atau lewat kanal distribusi yang lebih modern. Apalagi sekarang sudah banyak pedagang online yang juga menjual beras.

Selain itu, Menteri BUMN Erick Thohir juga menginstruksikan BUMN pupuk untuk menjaga stok dan distribusi pupuk kepada petani.

PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk baik subsidi dan nonsubsidi sebanyak 1.022.177 ton sebagai langkah antisipasi memasuki masa tanam awal tahun ini.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana mengatakan bahwa di tengah isu wabah corona, Pupuk Indonesia juga meyakinkan bahwa kelancaran distribusi pupuk bersubsidi tidak terganggu oleh wabah tersebut.

Wijaya mengimbau para distributor, pemilik kios maupun karyawan produsen pupuk untuk tetap tenang, menjaga kondisi kesehatan dan mengikuti anjuran-anjuran pencegahan penyebaran virus corona sehingga para petani juga terlindungi.

Pada intinya, Erick Thohir dan BUMN-BUMN ingin masyarakat jelas bahwa kondisi Indonesia kendati diterpa Corona masih dalam status aman dan pemerintah hadir untuk rakyat. Adanya wabah corona harus membuat bangsa Indonesia bersatu.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar