ACT meresmikan ritel wakaf ke-7 di Lombok

id Global Wakaf,Ritel Wakaf,ACT NTB

ACT meresmikan ritel wakaf ke-7 di Lombok

Head Partnership Global Wakaf ACT NTB, Juaini Pratama (kanan), bersama Direktur SDIT Anak Sholeh 1 Mataram Wahidah meresmikan ritel wakaf di SDIT Anak Sholeh 1 Mataram, Sabtu (29/2/2020). (FOTO ANTARA/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Tim Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Nusa Tenggara Barat meresmikan ritel wakaf ke-7 yang merupakan wadah menggerakkan ekonomi umat di Pulau Lombok, Sabtu.

Ritel wakaf ke-7 yang berlokasi di SDIT Anak Sholeh 1 Mataram tersebut diresmikan oleh Head Partnership Global Wakaf ACT NTB Juaini Pratama bersama Direktur SDIT Anak Sholeh 1 Mataram, Wahidah.

"Pendirian ritel wakaf tersebut adalah salah satu dari sekian banyak program pengembangan ekonomi keummatan yang dijalankan Global Wakaf ACT sejak 2018 lalu," kata Juaini.

SDIT Anak Sholeh 1 Mataram, kata dia, adalah mitra ke-7 yang dipilih menjadi lokasi pembangunan ritel wakaf karena merupakan mitra Global Wakaf ACT sejak awal.

"Lokasi ini dipilih karena selain potensial, SDIT Anak Sholeh juga merupakan mitra ACT dalam banyak kegiatan," katanya.

Ia mengatakan dasar pemikiran program pengembangan ekonomi melalui pendirian ritel wakaf sejatinya adalah untuk kembali mengajak ummat berjamaah dalam hal ekonomi. Karena selama ini, umat hanya dihadapkan pada pemahaman bahwa berjamaah itu hanya dalam ibadah shalat saja.

Juaini juga mengungkapkan bahwa belanja di retail wakaf sudah termasuk wakaf yang akan disalurkan melalui Global Wakaf selaku "nazhir".

"Hal itu karena sebagian keuntungan juga akan digunakan untuk membangun usaha-usaha sejenis dalam rangka pengembangan ekonomi keummatan," kata Juaini Pratama.

Direktur SDIT Anak Sholeh 1 Mataram Wahidah sangat mengapresiasi program-program pengembangan ekonomi umat yang dilaksanakan oleh Global Wakaf dan ACT yang diimplementasikan di Pulau Lombok khususnya, dan NTB pada umumnya.

"Semakin banyak suatu lembaga pendidikan bermitra dengan lembaga-lembaga luar, maka hal itu menjadi nilai lebih dalam akreditasi lembaga pendidikan tersebut," demikian Wahidah.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar