23 orang jamaah tunda umrah kembali ke Palembang

id Larangan umroh, penangguhan bisa umroh, gagak umroh, larangan penerbangan, air asia, bandara smb II, jamaah umroh palemb,berita sumsel, berita palemba

23 orang jamaah tunda umrah kembali  ke Palembang

Pemilik agen perjalanan yang membawa 23 jamaah tunda umroh, Bilal Tribudi, Jumat (28/2) (ANTARA/Aziz Munajar/20)

Palembang (ANTARA) - Sebanyak 23 jamaah umroh terpaksa menunda perjalanan dan kembali dari Kuala Lumpur Malaysia ke Kota Palembang karena tidak diizinkan menuju Jeddah, Arab Saudi.

Jamaah tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Jumat pukul 7.35 WIB menggunakan maskapai Air Asia, tampak raut kecewa dan pasrah saat jamaah keluar dari pintu kedatangan.

"Kami berangkat 27 Februari dari Palembang transit ke Kuala Lumpur, tapi sampai di sana pesawat tidak bisa lanjut dan kami harus menginap semalam lalu pulang hari ini," kata pemilik agen perjalanan yang membawa 23 jamaah tersebut, Bilal Tribudi saat di bandara.

Menurut dia 23 jamaah umroh itu sebagian besar berasal dari Kota Prabumulih, sisanya Palembang dan Lampung yang mengambil paket perjalanan umroh plus Kairo Mesir.

Dalam rencana perjalanan, kata dia, jamaah dari Palembang ke Kuala Lumpur kemudian sampai di Jeddah, jamaah lebih dulu menuju Kairo selama tiga hari lalu baru menunaikan ibadah umrah dari Jeddah.

"Tetapi informasi kami terima tidak ada yang bisa masuk ke Jeddah, bahkan Maskapai Saudi Airlines tidak ada penerbangan sama sekali, jadi diputuskan pulang dulu saja," tambahnya.

Akibat penundaan tersebut pihaknya terpaksa menjadwal ulang keberangkatan jamaah umrah dengan menanggung semua pendanaan serta mengurus ulang visa perjalanan, padahal masih ada antrean jamaah yang akan berangkat juga pada 12 Maret 2020.

"Dengan kondisi sekarang ini keberangkatan selanjutnya terancam gagal karena kami belum terima regulasi yang jelas, tapi kami baik sangka saja dengan pemerintah Arab Saudi, mungkin nanti kalau masuk bisa terinfeksi corona," jelas Bilal.

Pihaknya mengaku tidak merasa rugi meski menanggung pendanaan karena merasa telah berniat melayani umat menjalankan ibadah ke Tanah Suci, sehingga diyakininya akan berbuah amal kebaikan.

Sementara salah satu jamaah umrah, Juni Bedial, menganggap penundaan keberangkatan sebagai cobaan, namun ia berharap pihak travel tetap mengakomodiasi keberangkatan umroh untuk waktu pengganti.

"Mudah-mudahan ada hikmahnya dari penundaan ini," kata Juni.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar