Polisi amankan 24 orang terkait kericuhan di Mall AEON Jakarta

id aeon,polisi,pengrusakan mal,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara sumsel hari ini, palembang hari ini

Polisi amankan 24 orang terkait kericuhan di Mall AEON Jakarta

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus. (ANTARA/Fianda Rassat)

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 24 orang diamankan pihak kepolisian lantaran diduga terlibat dalam kericuhan dan perusakan di Mall AEON Jakarta Garden City, Jakarta Timur, Selasa pagi (25/2).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan dari 24 orang yang diamankan delapan orang telah terbukti melakukan perusakan.

"Pelaku yang terbukti melakukan perusakan ada delapan orang sedangkan 16 orang diamankan sementara sebagai saksi," kata Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Rabu.

Delapan orang yang terbukti melakukan perusakan itu antara lain berinisial AW, SA, HR, AB, IF, DA, AAS dan FAS.

Baca juga: Polisi tangkap delapan remaja diduga terkait kericuhan Mall AEON

Meski terbukti melakukan perusakan, polisi belum menetapkan delapan pelaku tersebut sebagai tersangka.

Yusri mengatakan polisi masih mendalami peran mereka dalam kasus tersebut.

Sedangkan untuk 16 orang lainnya, Yusri menyebut pihaknya mengamankan mereka untuk dimintai keterangan terkait insiden perusakan AEON Mall.

Saat ini, delapan pelaku dan 16 saksi tersebut masih diamankan di Polres Metro Jakarta Timur untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Baca juga: Polisi amankan satu orang pascakericuhan Mall

"Sementara untuk pelaku yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolrestro Jakarta Timur," kata Yusri.

Diketahui Mall AEON Jakarta Garden City pada Selasa pagi didatangi oleh ratusan orang yang kemudian menggelar unjuk rasa yang berujung ricuh.

Massa yang berunjuk rasa menuding mal sebagai penyebab banjir yang terjadi di sekitar wilayah Jakarta Garden City, namun belum diketahui pasti alasan dari unjuk rasa tersebut.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar