Dinas Pemberdayaan Perempuan Palembang edukasi perlindungan anak

id Ilustrasi perlindungan anak

Dinas Pemberdayaan Perempuan Palembang edukasi  perlindungan anak

Ilustrasi kekerasan orang dewasa terhadap anak. (Foto : Komisi Perlindungan Anak).

Palembang (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palembang, Sumatera Selatan berupaya mengedukasi ibu-ibu rumah tangga untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak.

"Tindak kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak-anak hingga kini masih terus terjadi, untuk mencegah terjadinya permasalahan tersebut perlu digalakkan edukasi perlindungan anak," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palembang, Sadrudin Hadjar di Palembang, Selasa.

Menurut dia, kegiatan edukasi perlindungan anak perlu digalakkan untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak.

Untuk mengedukasi masyarakat, pihaknya menggalakkan kegiatan penyuluhan di kawasan permukiman penduduk mengenai perlindungan anak, larangan dan sanksi hukum tindak kekerasan dan pelecehan seksual kepada anak-anak.

Melalui kegiatan itu diharapkan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini yang tergolong cukup tinggi dapat diminimalkan.

Kegiatan edukasi itu dinilai cukup efektif memberikan pemahaman kepada ibu-ibu rumah tangga dan masyarakat secara umum mengenai perlindungan terhadap anak dan ancaman hukuman bagi orang tua atau siapapun yang terbukti melakukan tindak kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak.

Pemahaman perlu diberikan kepada semua lapisan masyarakat sehingga dapat mencegah terjadinya tindakan yang dapat mencelakai dan merusak masa depan anak, serta mengganggu pertumbuhan anak secara normal.

Dengan digalakkannya kegiatan yang bertujuan mengedukasi masyarakat itu, diharapkan kasus kekerasan terhadap anak di kota ini semakin sedikit dan anak-anak mendapat perlindungan maksimal dari orang tua, keluarga, dan masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, jelas Sadrudin.

Sementara sebelumnya anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAI) Daerah Palembang, Tri Widayatsih menyebutkan bahwa berdasarkan data dalam beberapa tahun terakhir, tercatat cukup banyak kasus tindak kekerasan dan kasus lainnya yang melibatkan anak sebagai korbannya.

Beberapa kasus yang melibatkan anak-anak sebagai korbannya seperti kekerasan seksual, kekerasan fisik, masalah hak asuh anak, dan penelantaran anak, ujar anggota KPAI Palembang itu.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar