Nelayan tidak melaut karena angin kencang

id Padang

Nelayan tidak melaut karena angin kencang

Kapal nelayan bersandar di Muaro Ulak Karang, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Minggu (23/2). (ANTARA/ Fathul Abdi)

Padang, (ANTARA) - Nelayan Ulak Karang, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tidak melaut dalam sepuluh hari terakhir karena angin kencang yang melanda daerah itu.

"Sudah tidak melaut sepuluh hari, karena angin yang kencang di tengah laut," kata seorang nelayan Afrizal (49) di Padang, Minggu.

Ia mengatakan kondisi demikian bisa membahayakan keselamatan jika dipaksakan, dan menyulitkan penangkapan ikan di laut.

"Jika angin kencang sulit menurunkan jaring, begitupun memancing," jelasnya.

Ia mengakui keadaan tidak bisa melaut itu mempunyai dampak bagi pendapatannya sebagai nelayan.

Afrizal mengatakan saat kondisi normal dirinya bisa mendapat penghasilan Rp100 ribu, mulai dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Setidaknya untuk satu kapal ada 12 nelayan yang bergabung.

"Sekarang jangankan untuk makan, untuk yang ringan saja susah," katanya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh nelayan Ulak Karang lainnya Agus Effendi (42).

Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap masalah yang sedang dihadapi itu, seperti bantuan modal usaha.

Sehingga bisa menjadi alternatif penopang ekonomi keluarga ketika tidak bisa melaut.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar