Serangan hama tikus di Flores Timur semakin meluas

id Kabupaten Flores Timur,Serangan hama tikus,Dinas Pertanian Flores Timur

Serangan hama tikus di Flores Timur semakin meluas

Ilustrasi - Petani memperlihatkan tikus yang ditangkap menggunakan perangkap di area persawahan Desa Ngobo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (13/2/2020) (Antara foto/Prasetia Fauzani)

Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Flores Timur, Anton Wukak Sogen, mengemukakan serangan hama tikus yang menyerang lahan tanaman jagung para petani di wilayah kabupaten bagian paling timur Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu hingga saat ini semakin meluas.

"Kondisi serangan hama tikus di Flores Timur juga semakin mengkhawatirkan karena semakin meluas lebih dari satu kecamatan," kata Anton Wukak Sogen ketika menghubungi Antara di Kupang, Senin.

Dia menjelaskan, sebelumnya hama tikus dilaporkan telah menyerang tanaman jagung milik para petani seluas 8 hektare di Kecamatan Klubagolit, Pulau Adonara.

Namun hingga saat ini, serangan hama tikus semakin meluas termasuk di wilayah Kecamatan Tanjung Bunga, namun belum diketahui berapa luas lahan tanaman petani yang terdampak, katanya.

Anton Sogen menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan upaya pemantauan bersama para petugas penyuluh pertanian di lapangan untuk mendapatkan informasi data yang akurat terkait dampak serangan.

"Saya sudah minta para petugas lapangan untuk merinci luas serangan hama ini, sehingga diharapkan bisa mendapatkan data yang akurat untuk langka penanganan selanjutnya," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya juga telah memberikan peringatan dini kepada hampir semua kecamatan di daerah itu terkait serangan hama tersebut.

Selain hama tikus, lanjut dia, pemerintah dan masyarakat di daerah itu juga sementara berjuang menangani serangan hama ulat grayak yang sudah menyebar pada hampir setiap desa di 19 kecamatan di kabupaten setempat.

"Sekarang memang banyak sekali laporan masuk terkait serangan hama ulat grayak ini dan kami sudah distribusikan obat dan peralatan untuk membantu penanganan hanya saja memang masih sangat kurang," katanya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar