Tim SAR Sukabumi cari jasad pria yang mencebur ke Sungai

id warga hanyut,warga tenggelam,sungai cimandiri

Tim SAR Sukabumi cari jasad pria yang mencebur ke Sungai

Tim SAR gabungan mencari jasad seorang pria warga Kampung Pasirgerong, Kedusunan Bojonghaur, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang mencebur ke Sungai Cimandiri pada Sabtu (15/2/2020). (ANTARA/Aditya Rohman)

Sukabumi (ANTARA) - Tim SAR Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melakukan penyisiran untuk mencari seorang pria warga Kampung Pasirgerong yang pada Sabtu (15/2) mencebur ke Sungai Cimandiri.

Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri di Sukabumi, Minggu, mengatakan jasad pria 35 tahun tersebut sampai sekarang belum ditemukan.

Seorang pria yang tinggal di Kampung Pasirgerong, Kedusunan Bojonghaur, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, kabur dari rumah dengan memanjat atap lalu berlari menuju Sungai Cimandiri di Kampung Kedung, Desa Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara, Sabtu (15/2).

Pria yang diduga mengalami gangguan jiwa itu kemudian melompat ke Sungai Cimandiri yang aliran airnya deras. Warga berusaha menolong pria itu, namun gagal karena tubuhnya dengan cepat terbawa arus sungai.

Setelah menerima laporan mengenai kejadian itu, aparat TNI, Polsek Warungkiara, dan Tim SAR gabungan langsung turun untuk melakukan pencarian.

Pada Sabtu (15/2), mereka melakukan penyisiran hingga 20 km dari lokasi korban hanyut namun tidak membuahkan hasil.

Upaya pencarian dilanjutkan pada Minggu dengan melibatkan petugas dari Kantor Pencarian dan Pertolongan, FKSD Kabupaten Sukabumi, SAR Relindo, Ponpes Bani Hasyim Warungkiara, Riam Jeram, Niagara, serta sukarelawan.

Pada Minggu, penyisiran dilakukan mulai dari Jembatan Pelangi Cibuntu di Kecamatan Simpenan hingga Muara PLTU Palabuhanratu, tapi hingga pukul 15.00 WIB upaya itu belum membuahkan hasil.

"Kondisi cuaca buruk ditambah arus sungai cukup deras dan disertai angin kencang menghambat kami dalam proses pencarian ini, sehingga diputuskan untuk kembali ke darat sebab khawatir keselamatan tim," kata Okih.

Ia mengatakan bahwa penyisiran tidak hanya dilakukan di jalur sungai saja, tetapi juga di darat untuk mengantisipasi kemungkinan jasad korban terdampar atau terselip ke bebatuan di pinggir sungai. 

Kalau upaya pencarian Minggu tidak membuahkan hasil dan cuaca tidak membaik, tim akan melanjutkan upaya untuk menemukan korban pada Senin (17/2) pagi.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar