Ombudsman Sumsel: Seleksi CPNS Kemenkumham perlu diperbaiki

id Tes cat kemenkumham palembang, cat cpns palembang, tes cpns palembang, asrama haji, peserta tes cpns kemenkumham, ombudsman sumsel, ombudsman tinjau t

Ombudsman Sumsel: Seleksi CPNS Kemenkumham perlu diperbaiki

Para peserta tes CPNS Kemenkumham RI di Asrama Haji Palembang, Rabu (5/2) (ANTARA/Aziz Munajar/20)

Palembang (ANTARA) - Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan menilai pelaksanaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Kota Palembang perlu diperbaiki.

Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman Sumatera Selatan Hendrico di Palembang, Kamis,  mengatakan secara umum pelaksanaan tes CPNS Kemenkumham di Asrama Haji Palembang sudah berjalan baik dengan fasilitas peserta yang terpenuhi seperti toilet, meja pengaduan hingga tenda. 

"Tetapi kami melihat antrean peserta yang hendak mengabsen masih mengular, sepertinya perlu solusi atau strategi agar persoalan antrean itu bisa di atasi agar lebih mengefisiensi waktu," ujar Hendrico saat peninjauan di Asrama Haji Palembang. 

Menurut dia proses tes akan dipantau hingga pelaksanaannya selesai selama enam hari ke depan. Ombudsman Sumsel memang menyoroti jalannya rekrutmen CPNS Kemenkumham lantaran lembaga tersebut paling banyak diminati dalam CPNS. 

Tinjauan Ombudsman dilakukan guna memastikan kesiapan panitia penyelenggara agar kualitas pelayanan tes CPNS berjalan sesuai harapan, terutama penanganan pada peserta difabel dan fasilitas penunjangnya. 

"Mengingat tes CPNS Kemenkumham paling banyak peminat, maka sudah sepantasnya panitia bekerja lebih ekstra keras dengan tetap komitmen penyelengaraan yang adil, transparan dan bebas KKN," tegas Hendrico. 

Pelaksanaan tes CPNS Kemenkumham di Palembang diikuti 24.953 orang peserta yang terdiri atas 21.719 peserta tingkat SLTA dan 3.324 peserta tingkat sarjana (Strata 1)

Tes dibagi lima sesi perhari selama enam hari, kecuali hari Jumat hanya empat sesi, tiap sesi sendiri diikuti oleh 865 orang peserta.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar