Ini strategi Bank Sumsel Babel berburu dana murah

id bank ,perbankan,bsb,dana murah,tabungan ,giro,ojk

Ini strategi Bank Sumsel Babel berburu dana murah

Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin. (ANTARA/Dolly Rosana/20)

Palembang (ANTARA) - Bank Pembangunan Daerah Bank Sumsel Babel menyiapkan strategi berburu dana murah dalam bentuk tabungan dan giro pada 2020 untuk menjaga margin tetap besar.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin di Palembang, Minggu, mengatakan pada tahun 2020 ini perusahaan mulai mengembangkan tabungan digital agar target meningkatkan Dana Pihak Ketiga dari tabungan dapat tercapai.

“Kami akan memulai rencana pengembangannya tahun ini (tabungan digital), mulai dari menyiapkan infrastruktur, SDM dan sosialisasi ke masyarakat,” kata Achmad Syamsudin.

Ia mengatakan terkait proses peralihan ke digital ini, perusahaan harus berhati-hati karena masih banyak nasabah di dua provinsi yakni Sumatera Selatan dan Bangka Belitung yang tinggal di kawasan pedesaan dan remote area.

“Jika ini benar-benar sudah jalan, kami akan gencarkan sosialisasi,” kata dia.

Ia mengatakan salah satu kinerja yang akan dipacu terkait penghimpunan dana murah ini yakni tabungan pesirah yang telah berkontribusi sebesar 19 persen dari DPK perusahaan karena memiliki jumlah nasabahnya sebanyak 234.059 akun. Adapun dana kelolaan produk tersebut mencapai Rp4,4 triliun.

“Saat ini semua perbankan berpikir bagaimana meraup dana murah sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan likuiditas. Jika likuiditas membaik, maka bank akan lebih banyak membiayai pembangunan karena sifat dari dana murah sendiri yang fleksibel,” kata dia.

Sebelumnya, DPK yang telah dihimpun Bank Sumsel Babel mencapai Rp20,28 triliun per triwulan III/2019 atau tumbuh 9 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp18,54 triliun.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional VII Sumatera Bagian Selatan Panca Hadi Suryanto mengatakan otoritas mendorong perbankan di Sumatera Selatan menghimpun dana murah berupa tabungan dan giro karena memiliki dampak besar terhadap suku bunga kredit, yang mana tidak terlalu tinggi karena cost of fund yang lebih murah.

“Bank-bank kami harap terus berinovasi melalui transaksi digitalnya, karena melalui ini maka masyarakat akan mengakses tabungan,” kata dia.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar