Wali kota Pagaralam ingatkan pengendara waspada bahaya longsor

id Longsor, Pagaralam

Wali kota Pagaralam ingatkan pengendara  waspada bahaya longsor

Ilustrasi. Bencana longsor yang membahayakan pengendara. ANTARA/ Dokumen

Palembang (ANTARA) - Wali kota Pagaralam Alfian Maskoni mengingatkan para pengendara untuk berhati-hati saat musim penghujan saat ini karena daerah tersebut rawan longsor.

Bahkan di sekitar jalan liku Lematang lokasi kecelakaan bus masuk jurang dahulu sudah terjadi longsor, kata wali kota Pagaralam usai menghadap Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Rabu.

Ada dua titik lokasi yang sudah longsor sehingga pengendara perlu berhati hati, ujar dia.

Jadi bila tidak berhati-hati bisa saja terjadi kecelakaan, ujar dia.

Memang, lanjut dia, Pagaralam rawan akan bencana longsor termasuk di sekitar liku Lematang tersebut.

Apalagi saat musim penghujan sekarang ini sehingga longsor bisa saja kembali terjadi lagi, kata dia.

Ketika ditanya mengenai penghadap gubernur, dia mengatakan, pihaknya antara lain mengusulkan seperti pembangunan jembatan Liku Lematang.

Pembangunan tersebut harus menggunakan dana APBN sehingga perlu dukungan gubernur untuk menghadap kementerian terkait.

Selain itu usulan jembatan Endikat karena itu juga rawan kecelakaan dan juga perbaikan jalan menuju Lapangan Terbang Atung Bungsu Pagaralam.

Sementara anggota DPRD Sumsel daerah pemilihan Pagaralam dan Lahat
Alfrenzi Panggarbesi mengatakan, memang jembatan liku Lematang pembangunannya perlu menjadi skala perioritas.

Apalagi jalan tersebut rawan kecelakaan sehingga jembatan tersebut sangat dibutuhkan, ujar dia.

Bukan itu saja tetapi jembatan tersebut sudah lama diusulkan pada pemerintah pusat dan master plane dan AMDAL sudah lengkap.

Jadi tinggal pendanaan saja sehingga diharapkan pada 2020 ini sudah mulai dikerjakan, kata dia.

Apalagi gubernur cukup mendukung dan akan membawa dukomen tersebut pada pemerintah pusat yang diharapkan pembangunannya dapat direalisasikan pada tahun ini, tambah dia.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar