Cuaca ekstrem masih berpotensi di Jateng bagian selatan

id Cuaca ekstrem, jateng selatan

Cuaca ekstrem masih berpotensi di Jateng bagian selatan

Ilustrasi -  BPBD Kabupaten Cilacap mengerahkan alat berat untuk mengeruk material longsoran yang menutup ruas jalan nasional di Dusun Nusadadi, Desa Rejodadi, Kecamatan Cimanggu, Minggu (5/1/2020). (ANTARA/HO-BPBD Cilacap)

Cilacap (ANTARA) - Cuaca ekstrem diprakirakan masih berpotensi terjadi di wilayah pegunungan tengah dan Jawa Tengah bagian selatan, kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.

"Berdasarkan rilis BMKG yang dikeluarkan sebelumnya, cuaca ekstrem diprakirakan berpotensi terjadi hingga tanggal 7 Januari 2020 yang disebabkan adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal berupa aktifnya Monsun Asia yang menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia," katanya di Cilacap, Senin.

Selain itu, kata dia, suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan yang cukup hangat sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan.

Menurut dia, peningkatan intensitas curah hujan yang disertai dengan petir dan angin kencang itu juga dipicu oleh beberapa faktor lainnya, seperti masih terdapat peluang fenomena gelombang atmosfer ekuator/Madden-Julian Oscillation (MJO) dan seruak dingin yang dapat terjadi sebagai variabilitas iklim pada musim hujan kali ini.

"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan longsor dan banjir, baik di pegunungan tengah Jateng maupun Jateng bagian selatan untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana tersebut," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan prakiraan, puncak musim hujan di sebagian besar wilayah pegunungan tengah Jateng dan Jateng bagian selatan akan berlangsung pada Februari hingga Maret 2020.

Teguh juga mengimbau masyarakat yang sedang dalam perjalanan untuk mencari tempat berteduh yang aman ketika terjadi hujan disertai petir dan angin kencang guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, telah mengakibatkan terjadinya bencana di sejumlah wilayah pegunungan tengah Jateng maupun Jateng bagian selatan, seperti longsor di Cilacap, Banyumas dan Banjarnegara, serta puluhan pohon tumbang akibat angin kencang di Banyumas.

Selain itu, tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah Cilacap bagian barat juga mengakibatkan jalur selatan Jateng tertutup material longsoran berupa lumpur di Dusun Ciguling Harjo, Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang, dan Dusun Nusadadi, Desa Rejodadi, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap pada Minggu (5/1) sore.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, longsor di ruas jalan nasional tersebut merupakan yang ketiga kalinya sejak datangnya musim hujan 2019-2020.

 
Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar